Unlimited Plugins, WordPress themes, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Code
  2. WordPress
Code

Menggunakan Laravel Valet untuk Pengembangan WordPress

by
Difficulty:IntermediateLength:MediumLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yanti Baddolo (you can also view the original English article)

Jika Anda sudah familiar dengan komunitas PHP, maka Anda mungkin terbiasa dengan sejumlah aplikasi dan kerangka kerja yang berbeda yang saat ini populer untuk pengembangan saat ini.  Salah satu kerangka kerja yang lebih umum yang kita lihat digunakan untuk membangun aplikasi web adalah Laravel.

The Laravel Homepage

Meskipun tutorial ini tidak secara khusus tentang Laravel, saya sarankan untuk membacanya jika tidak ada alasan lain selain melihat apa yang terjadi di luar WordPress.  Membuka diri Anda dengan teknologi lain seringkali dapat membantu Anda berkembang mana kala ketika teknologi yang Anda gunakan dari hari ke hari tidak dapat melakukannya.

Memperkenalkan Laravel Valet

Baru-baru ini, tim Laravel merilis sesuatu yang disebut Valet (atau, lebih spesifik lagi, "Laravel Valet") yang bertujuan untuk melakukan hal berikut:

Valet adalah lingkungan pengembangan Laravel untuk Mac secara minimalis.  Tanpa Vagrant, tanpa Apache, tanpa Nginx, tanpa file /etc/hosts.  Anda bahkan dapat membagikan situs Anda secara publik menggunakan jaringan lokal.  Ya, kami juga menyukainya.

Kedengarannya sangat rapi kan?  Tapi itu dari tim pengembang Laravel dan mereka lebih cenderung membicarakan hal-hal seperti Vagrant.  Jadi mengapa hal ini mempengaruhi seorang pengembang WordPress?

Jika Anda memeriksa dokumentasi untuk Valet, Anda akan melihat sesuatu yang membuat penasaran.  Secara khusus, ini mendukung:

  • Laravel
  • Lumen
  • Symfony
  • Send
  • CakePHP 3
  • WordPress
  • Craft
  • Statamic
  • Jigsaw
  • Static HTML

Cukup rapi, bukan?

Jadi jika Anda seorang pengembang WordPress dan Anda sedang mencari cara mudah untuk menjalankan lingkungan pengembangan tanpa menggunakan beberapa perangkat lunak yang umum (atau beberapa perangkat lunak yang lebih berat) yang tersedia, atau mungkin Anda hanya ingin tahu tentang sesuatu yang baru, maka mungkin Laravel Valet akan menjadi pilihan yang tepat.

Dalam tutorial ini, kita akan melihat bagaimana cara mengatur Laravel Valet untuk WordPress dan menyiapkan instalasi yang bisa kita gunakan untuk pengembangan lokal.

Laravel Valet untuk Pengembangan WordPress

Karena ini adalah perangkat lunak baru dan karena kemungkinan beberapa dari Anda yang membaca ini baru ingin memulai mempelajari WordPress, berasal dari latar belakang lain, atau tidak pernah menggunakan apa pun di luar Apache / PHP / MySQL standar, kita akan memulai dari dasar.

Seiring kemajuan kita melalui tutorial ini, jangan ragu untuk meninggalkan pertanyaan di bagian komentar dan dengan senang hati saya akan melakukan yang terbaik untuk menjawabnya.

Untuk mengatur Valet dan mulai menggunakannya untuk pengembangan lokal, ada beberapa hal yang perlu kita instal terlebih dahulu.  Mari kita lakukan itu, dan kemudian kita akan menginstal Valet dan WordPress dan membuat lingkungan kita aktif dan berjalan.

1. Memasang Homebrew

Untuk menginstal Valet, kita perlu menginstal manajer paket untuk OS X yang dikenal sebagai Homebrew.

The Homebrew Homepage

Bagi Anda yang belum mengenalnya, Homebrew adalah manajer paket untuk OS X yang memungkinkan Anda mengelola berbagai perangkat lunak dan paket dari command line.  Jangan merasa terganggu hanya karena itu berjalan dari Terminal: Hanya ada sedikit perintah untuk dipelajari, dan mudah sekali menginstal dan menghapus paket yang diperlukan.

Untuk menginstal Homebrew, salin perintah berikut ke dalam Terminal:

Selanjutnya, ikuti petunjuk yang disediakan skripnya.  Itu cukup jelas dan cukup baik dalam memandu Anda melalui semua hal yang perlu Anda ketahui sebelum melakukan pengaturan.

Setting up Homebrew

Tergantung kepada koneksi Internet Anda, seharusnya anda akan selesai dalam waktu kurang dari satu menit.  Sebelum melangkah ke langkah berikutnya, pastikan untuk mengupdate paket yang ada di sistem anda.  Anda bisa melakukan ini dengan memasukkan perintah berikut:

Jika Anda mendapatkan pesan kesalahan, Anda mungkin perlu memperbarui .bash_profile Anda.  Dari Terminal, buka .bash_profile.  Anda bisa melakukan ini dengan terlebih dahulu membuka konfigurasi bash_profile Anda:

Kemudian tambahkan baris berikut:

Setelah selesai, ada beberapa hal lain yang perlu kita install.  Setelah melakukan perubahan itu, jalankan perintah berikut untuk memuat perubahan ke sesi Anda saat ini:

Mari kita lakukan itu sekarang.

2. Memperbarui Homebrew

Sebelum melakukan hal lain, kita ingin memastikan bahwa Homebrew telah disiapkan dengan benar.  Untuk melakukan ini, kita bisa menjalankan perintah berikut dari Terminal:

Ini akan memastikan bahwa tidak ada yang out of date atau perlu diperbaiki sebelum menjalankan perintah lainnya.  Dengan asumsi semuanya berjalan dengan baik, maka lanjutkan dan ikuti perintah berikut ini:

Pada titik ini, kita telah menginstal dan memperbarui Homebrew sehingga akhirnya saatnya untuk menginstal paket yang diperlukan untuk menjalankan Valet.

3. Instal PHP 7.0

Kita akan menggunakan PHP7 untuk menggunakan Valet.  Jika Anda bekerja dengan WordPress, perlu dicatat bahwa persyaratan minimum untuk perangkat lunak adalah PHP 5.2.4.

Hal ini penting karena walaupun PHP 7 menawarkan banyak fitur hebat dan beberapa peningkatan kecepatan, ini tidak berarti bahwa host yang kita gunakan telah terinstall PHP 7.

Maka dari itu, Anda telah diberi peringatan: Pastikan kode yang Anda tulis di PHP akan sesuai dengan versi PHP apa pun yang berjalan di server tempat Anda akan men-deploy-nya.

Sekarang, mari kita instal PHP 7 menggunakan Homebrew.  Untuk melakukan ini, jalankan perintah berikut di sesi Terminal Anda:

Berikan manajer paket beberapa waktu untuk mendownload dan menginstal perangkat lunak dan dependensi yang diperlukan serta menyiapkannya.  Pada titik ini, kita hampir sampai!

4. Install Valet

Sekarang saatnya untuk benar-benar menginstall Valet.  Untuk melakukannya, Anda harus memastikan bahwa Anda telah menginstal Composer di sistem Anda.  Jika tidak, Anda bisa melihat dokumentasi Composer, tutorial ini di Envato Tuts +, atau bahkan kursus lengkap yang kami miliki tentang manajer paket di Envato.

Setelah Komposer terpasang, langkah-langkah untuk menginstal Valet cukup minimal.  Pertama, pastikan direktori vendor/bin dari Composer telah terdapat pada PATH Anda.  Jika tidak, mari kita ubah .bash_profile sebagai berikut.

Sekali lagi, buka file tersebut dengan menggunakan perintah berikut:

Kemudian tambahkan baris berikut:

Anda kemudian dapat me-restart sesi Terminal Anda atau Anda dapat menjalankan perintah berikut untuk memuat profil baru:

Dan kemudian jalankan perintah berikut dari Terminal:

Setelah selesai, Anda akan diberi sebuah pesan yang berbunyi: "Writing lock file, Generating autoload files."

Installing Valet via Composer

Setelah itu Anda akan dikembalikan ke jendela command-prompt Anda.

5. Mengatur Valet

Pada titik ini, Valet telah dipasang, dan kami siap untuk mengaturnya.  Untuk melakukannya, jalankan perintah berikut di Terminal:

Dan setelah beberapa saat, Anda akan disajikan dengan tampilan screenshot berikut ini:

Valet successfully installed

Dan itu dia!  Valet telah terpasang dan berjalan dengan sukses.  Dari dokumentasi:

Valet secara otomatis akan memulai daemon setiap kali mesin Anda booting.  Tidak perlu menjalankan valet start atau valet install lagi setelah instalasi Valet awal selesai.

Tentu saja, masih banyak yang bisa dijelajahi mengenai Valet, jadi jangan melewatkan untuk membaca dokumentasi.

Menyiapkan WordPress

Dengan dasar-dasar di tempat, sekarang saatnya untuk membuat situs WordPress pertama kita.  Untuk melakukan ini, kita perlu mengenal dua perintah Valet.  Secara khusus, kita perlu memahami bahwa:

  • park mengacu untuk menambahkan seluruh direktori ke Valet.
  • link mengacu pada menambahkan satu situs ke Valet (versus keseluruhan direktori).

Karena WordPress berjalan menggunakan seluruh direktori, kita akan menggunakan perintah park.

1. Membuat Direktori

Mari buat direktori baru di mana kita bisa menginstal WordPress.

A directory out of which well host WordPress

Saya akan memanggil direktori saya wp-tutsplus.  Anda bisa melakukan ini dari Finder atau dari dalam Terminal.

2. Tambahkan ke Valet

Selanjutnya, kita perlu menambahkan direktori ke Valet.  Untuk melakukan ini, Anda bisa melakukan perintah sederhana ini di Terminal:

Perhatikan di atas bahwa kita telah mengubah direktori menjadi wp-tutsplus dan kemudian kita menentukan perintah park seperti yang diuraikan di atas.  Tentu saja, pada titik ini, tidak ada file apa-apa di dalam direktori.

Mari kita ubah itu.

3. Install WordPress

Jika Anda pengguna tingkat lanjut, Anda mungkin tertarik untuk mendownload WordPress menggunakan command line; Jika tidak, silakan download salinan aplikasi dari situs web.

Apapun metode yang Anda pilih untuk digunakan, pastikan file aplikasi WordPress ada di direktori wp-tutsplus.  Untuk lebih jelasnya, saya tidak bermaksud bahwa struktur direktori harus wp-tutsplus/wordpress.  Sebagai gantinya, maksud saya direktori wp-tutsplus harus menjadi direktori tingkat atas untuk aplikasi WordPress.

The directory structure

Dengan hal itu telah selesai, Anda seharusnya bisa mengarahkan browser Anda ke nama direktori dengan akhiran domain seperti yang dijelaskan dalam dokumentasi Valet.

Secara khusus, Anda seharusnya bisa menavigasi ke wp-tutsplus.dev di komputer lokal Anda dan Anda akan disambut oleh layar instalasi WordPress yang sangat terkenal.

The WordPress installation screen

Dengan asumsi semua sudah berjalan dengan baik sampai saat ini, maka Anda harus bisa melihat instalasi WordPress secara default.

4. Mengatur Database

Tapi tunggu!  Ada satu hal yang kita lupa: database.  Kapan pun Anda menyiapkan instalasi WordPress, Anda harus memiliki database.

Secara tradisional, kita memiliki database MySQL yang kita gunakan untuk menginstal WordPress.  Dengan Valet, kita perlu membuat satu perubahan lagi.  Secara khusus, kita akan menggunakan MariaDB.  Untuk berbagai maksud dan tujuan, MariaDB berfungsi sebagai pengganti MySQL saat menggunakan Valet.

Pertama, jalankan perintah berikut di Terminal:

Setelah selesai, Anda dapat memulai dan menghentikan layanan database dengan menjalankan dua perintah berikut ini:

Dari sini, Anda bisa membuka tampilan front end database favorit Anda dan terhubung ke database menggunakan server localhost (atau 127.0.0.1).

Sequel Pro with MariaDB

Dari sini, Anda bisa membuat database dan kemudian menggunakannya untuk mengatur WordPress.  Ini hanya membutuhkan root sebagai username (dengan password kosong).  Jelas, ini tidak masalah bagi keamanan lokal, tapi jangan pernah melakukan push langsung ke server live atau server produksi dengan cara seperti ini.

Kesimpulan

Selamat!  Pada tahap ini, Anda telah menggunakan perangkat lunak pihak ketiga dari anggota komunitas PHP lainnya untuk mengatur cara untuk membuat lingkungan pengembangan lokal yang sederhana.

Terlepas dari kenyataan bahwa kita masih harus menginstal Homebrew dan memasukkan beberapa baris perintah, kemudahan yang memungkinkan untuk membuat situs baru dari satu direktori saja sangatlah luar biasa.  Tentu saja, masih ada sejumlah pertanyaan untuk pengembang WordPress yang lebih maju.  Mungkin posting lanjutan akan bermanfaat.

Sementara itu, dokumentasi mencakup banyak materi yang patut dibaca.  Jadi untuk saat ini, jelajahi dokumentasi Valet dan lakukan beberapa pengembangan WordPress khusus dengan menggunakan aplikasi ini.

Sebagai catatan, jika Anda mencari utilitas lain untuk membantu Anda membangun perangkat Anda yang berkembang untuk WordPress atau kode untuk dipelajari dan menjadi lebih berpengalaman di WordPress, jangan lupa untuk melihat apa yang tersedia di Pasar Envato.

Ingat, Anda dapat membaca semua kursus dan tutorial saya di halaman profil saya, dan Anda dapat mengikuti saya di blog dan / atau Twitter di @tommcfarlin tempat saya berbicara tentang berbagai praktik pengembangan perangkat lunak dan bagaimana kita dapat menggunakannya di WordPress.

Jangan ragu untuk meninggalkan pertanyaan, komentar, atau hal menarik lainnya yang Anda temukan saat menggunakan Valet untuk menjadi host pengembangan WordPress Anda.

Sumber

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.