7 days of WordPress plugins, themes & templates - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Code
  2. Python

Memahami Virutal Environments di Python

Scroll to top
Read Time: 4 mins

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Husain Ali Yahya (you can also view the original English article)

Dalam tutorial ini, kamu akan belajar mengenai virtual environments. Kamu akan belajar mengenai pentingnya menggunakan virtual environments di Python dan cara menggunakan virtual environments.

Apa itu Virtual Environment?

Virtual environment adalah sebuah alat untuk menjaga ruang terpisah untuk sebuah proyek dengan pustaka dan dependensi di satu tempat. Environment ini spesifik ke proyek tertentu dan tidak berinterfer dengan dependensi proyek lainnya.

Contohnya, kamu bisa mengerjakan proyek X menggunakan versi 1.0 yang menggunakan pustaka Z dan juga mengurus proyek Y yang menggunakan versi 2.0 dari pustaka Z.

Bagaimana Virtual Environments Bekerja?

Alat virtual environment membuat folder baru di dalam direktori proyek. pada dasarnya, foldernya bernama venv, tapi kamu bisa menggantinya. Ini menjaga Pytho dan berkas eksekusi pip di dalam folder virtual environment. Ketika virtual environment diaktifkan, paket-paket yang dipasang setelahnya akan terpasang di dalam folder virtual environment. 

Memulai dengan VirtuanEnv

Pertama, pastikan pip terpasang di sistemmu. Kamu bisa memasang pip dengan perintah berikut:

Gunakan pip, pasang virtual environment tool.

Untuk memulai menggunakan virtualenv, kamu harus menginisialisasi dan mengaktifkannya. Mari mulai dengan membuat sebuah direktori proyek Python baru PythonApp.

Navigasikan ke direktori proyek PythonApp dan inisialisasi virutal environment dengan mengetik perintah berikut:

Perintah di atas akan menyiapkan virtual environment untuk proyek PythonApp.

Setting Up Virtual EnvironmentSetting Up Virtual EnvironmentSetting Up Virtual Environment

Ini membuat sebuah folder bernama PyhtonAppVenv di dalam direktori PythonApp. Ini menjaga Python dan berkas eksekusi pip di dalam folder virtual environment. Setiap paket baru terpasang di proyek setelah virtual environment aktif akan diletakkan di dalam folder virutal environment. Ini stukture foldernya:

Virtual Environment Folder StructureVirtual Environment Folder StructureVirtual Environment Folder Structure

Untuk memulai menggunakan virutal environment, kamu harus mengaktifkannya dengan menggunakan kode berikut:

Seletah aktif, kamu harus melihat PythonAppVenv di samping kiri nama prompt.

Virtual Environment ActivatedVirtual Environment ActivatedVirtual Environment Activated

Mari coba pasang sebuah paket baru ke proyek PythonApp.

Paket baru ini harus terpasang di folder virtual environment. Cek folder virtual environment di dalam lib/python2.7/site-packages dan kamu harusnya bisa menemukan paket flask yang baru dipasang. Kamu bisa belajar lebih banyak tentang Flask di laman proyek.

Flask Package Installed in Virtual DirectoryFlask Package Installed in Virtual DirectoryFlask Package Installed in Virtual Directory

Ketika kamu selesai memasang virtual environment, kamu bisa mematikannya menggunakan perintah berikut:

Mempermudah melacak paket

Ketika sedang bekerja dengan program Python, kamu  harus memasang paket-paket berbeda yang dibutuhkan program. Kamu tetap bekerja, dan daftar dari paket terpasang terus bertambah. Sekarang tiba waktunya untuk mengirim kode Python ke server produksi. Ups... Kamu tidak tahu paket apa yang telah kamu pasang agar program bisa bekerja.

Yang bisa kamu lakukan adalah membuka program Python dan cek semua paket yang telah kamu impor di programmu dan memasangnya satu persatu.

Sebua virtual environment menyediakan sebuah metode mudah untuk melacak paket yang terpasang di proyek. Sekalinya virtual environment aktif, dia akan menyediakan fasilitas untuk membekukan keadaan saat ini dari enviroment packages.

Kamu bisa meraihnya dengan menggunakan perintah berikut:

Perintah diatas akan membuat sebuah berkas bernama requirements.txt yang memiliki detik tentang paket dan versi dari environment saat ini. Seperti ini tampilannya:

Requirements FileRequirements FileRequirements File

Sekarang berkas ini akan menjadi sangat membantu untuk men-deploy proyek di platform berbeda karena semua dependensi proyek telah ada di requirements.txt. Untuk memasang dependensi proyek menggunakan requiremnts.txt, jalankan perintah berikut.

virtuanenvwrapper untuk membuat banyak hal jadi lebih mudah

virtuanenv adalah sebuah anugerah untuk developer. Tapi ini menjadi sangat rumit ketika kamu harus bekerja dengan lebih dari satu virtual environment. Untuk mengatur banyak virtual environment, ada sebuah ekstensi untuk virtualenv yang disebut virtualenvwrapper.

virtualenvwrapper adalah sebuah wrapper dari virtualenv yang menyediakan fungsi untuk mengatur banyak virtual environments.

MAri mulai dengan memasang virtualenvwrapper menggunakan pip.

Ketika virtualenvwrapper terpasang, kamu harus menyiapkan working directory dimana virtual environment akan disimpan. Eksekusi perintah berikut untuk menentukan direktori dari virtualenvwrapper.

Perintah di atas menetapkan working directory untuk virtualenvwrapper ke folder .virtualens di direktori awal.

Kamu bisa menyumberkan perintah virtualenvwrapper untuk dijalankan dari terminal maupun menambahkan perintah virutalenvwrapper ke .bashrc

Source virtualenvwrapperSource virtualenvwrapperSource virtualenvwrapper

Sekarang perintahnya kan dapat diakses dari terminal biasa dengan menekan tombol tab. Buat sebuah folder proyek bernama PythonProject. Nagasikan ke direktori proyek. Sebelumnya, ketika kamu menggunakan virtualenv, pertama kamu membuat virtual environment dan mengaktifkannya. Menggunakan virtualenvwrapper, kamu bisa menyelesaikan keduanya dengan satu perintah.

Perintah di atas membuat virtual environment dan mengaktifkannya.

Activate Virtual Environment Using virtualenvwrapperActivate Virtual Environment Using virtualenvwrapperActivate Virtual Environment Using virtualenvwrapper

Untuk mematikan virutal environment, kamu harus mengetik perintah deactivate.

Sekarang dalam beberapa kasus kamu harus beralih antara virtual environments yang berbeda. virtualenvwrapper menyediakan metode workon untuk beralih antar virtual environments. Perintahnya adalah:

Di kode di atas, PythonV adalah nama dari virtual environment. Ini adalah gambar yang menunjukkan cara kerja perintah workon.

Switching Virtual Environment Using workon CommandSwitching Virtual Environment Using workon CommandSwitching Virtual Environment Using workon Command

virtualenvwrapper juga menyediakan perintah untuk mendaftar virtual environment-mu.

Perintah di atas menunjukkan daftar virtual environments yang tersedia di environments.

Listing Existing Virtual EnvironmentsListing Existing Virtual EnvironmentsListing Existing Virtual Environments

Untuk menghapus virtual nevironments yang telah ada, kamu bisa menggunakan perintah rmvirtualenv.

Remove the Virtual EnvironmentRemove the Virtual EnvironmentRemove the Virtual Environment

Ini adalah sebuah perintah untuk membuat direktori proyek dan virtual environment asosiasinya. Nasigasikan ke terminal dan eksekusi kode berikut:

Perintah di atas akan membuat proyek dan virtual environment asosiasinya.

Create Project Directory and Associated Virtual DirectoryCreate Project Directory and Associated Virtual DirectoryCreate Project Directory and Associated Virtual Directory

Ada beberapa perintah lagi yang bisa kamu gunakan di virtualenvwrapper. Kamu bisa menemukan daftar perintah tersedia dengan menggunakan perintah berikut:

List of Commands Available in virtualenvwrapperList of Commands Available in virtualenvwrapperList of Commands Available in virtualenvwrapper

Kesimpulan

Di tutorial ini, kamu telah melihat cara bekerja dengan virtual environment di Python. Kamu telah belajar pentingya menggunakan virtual environment dan cara kerjanya. Kamu juga telah melihat virtualenvwrapper, sebuah pembungkus virtualenv untuk mengatur banyak virtual environments.

Pernahkah kamu menggunakan virtual environment di Pyhton? Kami ingin mendengar pendapatmu di kolom komentar.

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Code tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.