Unlimited Plugins, WordPress themes, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Code
  2. WordPress

5 IDEs Terbaik Untuk WordPress (Dan Alasannya)

by
Read Time:15 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Biyan Pasau (you can also view the original English article)

Saya sudah sepuluh tahun melakukan pengembangan menggunakan WordPress dan, sepanjang itu, sudah menggunakan Integrated Development Environments (IDEs). Tentu tidak ada kekurangan pilihan belakangan ini, dengan puluhan editor/IDEs berbeda yang tersedia. (Kita akan membahas perbedaan antara IDE dan editor sebentar lagi).

Beberapa IDEs gratis, ada yang komersial. Beberapa cukup mendasar secara default, sementara yang lain melakukan hampir semua hal yang Anda inginkan "out of the box". Kelimpahan pilihan ini sangat bagus karena ini berarti Anda hampir yakin menemukan yang sesuai dengan cara Anda bekerja dan hanya mencakup beberapa fitur yang Anda cari.

IDE yang Anda gunakan untuk proyek tertentu sebagian besar merupakan pilihan pribadi. Jika Anda terbiasa menggunakan IDE yang sama untuk setiap proyek dan ia bekerja untuk Anda, maka Anda mungkin tidak melihat alasan untuk menggunakan alternatif. Namun, mungkin juga layak mencoba alternatif sesekali. Apa ruginya? Jika mempercepat alur kerja maka pasti layak untuk dicoba!

Jika Anda baru mengenal kode di WordPress, mungkin sedikit menakutkan untuk menentukan IDEs mana yang harus kita lihat. Terlalu banyak pilihan awalnya bisa tampak seperti kerugian. Pada artikel ini, saya berharap membantu membuat pilihan ini sedikit lebih mudah dengan meliput lima IDEs pengembangan web teratas yang ada saat ini.

Tanpa urutan tertentu, mereka adalah:

  • PhpStorm
  • Sublime Text 3
  • Atom
  • Coda 2
  • Netbeans

Sebentar lagi kita akan melihat lebih dekat masing-masing dari kelima IDEs kita, untuk melihat bagaimana mereka dapat membantu Anda mengembangkan proyek berbasis WordPress. Tapi pertama, mari kita cari tahu apa sebenarnya yang kita maksud dengan IDE.

Ngomong-ngomong, Apa Itu IDE?

Berdasarkan Wikipedia, IDE didefinisikan sebagai:

Integrated development environment (IDE) adalah aplikasi software yang menyediakan fasilitas komprehensif untuk programer komputer untuk  pengembangan software. IDE bisanya terdiri dari source code editor, build automation tools dan debugger.

Menyimpulkannya, ini pada dasarnya berarti IDE adalah lingkungan pemrograman yang dapat Anda gunakan untuk mengembangkan perangkat lunak tanpa harus meninggalkan antarmukannya. Anggap saja sebagai Swiss army knife untuk pengembangan software! Semua yang kamu butuhkan ada disana, di tangan, untuk membantu Anda menyelesaikan pekerjaan.

Tidak seperti kebanyakan editor, IDE biasanya memiliki dukungan untuk proyek penuh daripada bisa menangani file kode sumber individual. Bahkan jika seorang editor mampu mengedit lebih dari satu file, file tersebut mungkin tidak mendukung pembuatan file proyek yang mencakup keseluruhan folder yang penuh dengan file, bersamaan dengan pengaturan yang spesifik untuk proyek tersebut. Pengaturan proyek ini dapat mencakup referensi ke pustaka perangkat lunak eksternal, pengaturan editor, kontrol versi, dan preferensi debugging.

Memutuskan IDE mana yang digunakan sangat subyektif karena sangat bergantung pada fitur yang Anda cari, namun beberapa fitur yang mungkin Anda temukan di IDE lengkap dapat mencakup:

  • Dukungan multi bahasa (PHP, JS, CSS, HTML)
  • Penyempurnaan code
  • Refactoring
  • Linting
  • Debugger
  • Build automation
  • Integrasi SVN/Git
  • Code sniffing
  • Code highlight
  • Compiler
  • Interpreter
  • Database Management/Editing

Tidak ada aturan sulit dan cepat mengenai apa yang mendefinisikan IDE secara tepat. Dan jika Anda menanyakan selusin pengembang yang berbeda untuk fitur IDE wajib mereka, Anda mungkin akan mendapat banyak tanggapan yang berbeda-beda. Banyak fitur dari daftar di atas dibangun pada aplikasi, atau tersedia sebagai add-on, semakin mendekati IDE.

Anda mungkin telah menyadari bahwa beberapa 'IDE' yang akan kita bahas dalam tutorial ini sama sekali bukan IDE sama sekali, sekilas, namun editor menyamar sebagai IDE. Jadi mengapa memasukkan mereka dalam daftar kita? Nah, editor tertentu tersebut telah menjadi sangat populer untuk pengembangan web dan memiliki komunitas pengguna yang kuat di belakang mereka yang telah mendorong lebih maju sekumpulan paket "array", ekstensi, dan add-ons yang benar-benar mengubah mereka dari hanya editor menjadi IDE yang sangat berguna.

Anggap mereka sebagai IDE 'ringan'. Cepat, kuat, dan sangat bisa dikonfigurasi. Ingat analogi Swiss army knife kita tadi? Saya pikir itu bahkan lebih berlaku di sini! Sublime Text 3, Coda 2, dan Atom adalah contoh bagus dari IDE jenis ini. Mereka bukan IDE tradisional, tapi bisa sesuai dengan kebutuhan saat dikustomisasi dengan benar.

Ada keuntungan untuk memilih editor ringan dari IDE tradisional berfitur lengkap. Biasanya, Anda akan mengharapkan mereka untuk terbuka dan berjalan lebih cepat karena aplikasi lebih kecil dan memiliki sedikit pemrosesan. Anda akan tahu apa yang saya maksud jika Anda pernah membuka IDE dengan proyek besar dan Anda harus menunggu beberapa lama agar aplikasi terbuka dan mengindeks semua file sebelum Anda dapat mulai mengedit!

Bandingkan ini dengan editor yang "lebih ringan" dengan hanya fitur yang Anda butuhkan. Hasil ini ada dalam IDE yang tidak berisi banyak fungsionalitas yang mungkin tidak akan pernah Anda gunakan. Ini membantu mempersiapkan pengembangan Anda lebih ringan dan cepat. Jika Anda berada pada mesin yang sangat cepat, Anda mungkin tidak menyadari banyak perbedaan di pengembangan hari-ke-hari antara IDE full dan editor yang dokunfigurasi dengan cermat. Bagaimanapun juga, jika Anda tidak suka dengan kemewahan tersebut, maka performa IDE dapat menjadi faktor yang sangat penting di pengembangan hari-ke-hari.

Untuk alasan ini, kami memutuskan untuk mencampuradukkan daftar tersebut dan mencakup kedua IDE matang dan 'ringan' yang dapat menarik bagi pengembang WordPress dengan berbagai harapan dan persyaratan.

Mari kita memulai tur IDE kita dengan melihat PhpStorm.

PhpStorm

PhpStormPhpStormPhpStorm

PhpStorm adalah IDE komersial dari JetBrains, dan ini menawarkan rangkaian fitur yang mengesankan out of the box. Salah satu fitur menarik langsung dari PhpStorm adalah dukungannya terhadap pengembangan WordPress tanpa memerlukan add-on. PhpStorm secara otomatis mendeteksi apakah proyek Anda berbasis WordPress. Bahkan ada jenis proyek Plugin WordPress bawaan untuk membantu Anda memulai mengembangkan plugin dengan lebih mudah!

Dengan WordPress yang didukung dalam proyek Anda, Anda memiliki akses penuh terhadap penyelesaian kode untuk semua fungsi WordPress bawaan, ditambah penyelesaian kode pengetesan dan filter! Anda dapat dengan mudah beralih ke definisi fungsi dan penggunaan fungsi tertentu, yang tentu sangat berguna. PhpStorm memiliki dukungan WordPress terbaik dari semua IDE yang tercakup dalam tinjauan kami.

Bagi pengguna baru, jumlah fitur yang tersedia di PhpStorm bisa membuatnya tampak sedikit menakutkan untuk dimulai. Ini layak untuk dipertahankan, meskipun, karena PhpStorm memiliki dokumentasi dan tutorial video yang sangat bagus yang tersedia melalui situs PhpStorm.

Karena fitur PhpStorm begitu kaya, perlu beberapa saat untuk dimuat, terutama untuk proyek WordPress karena ada ratusan file yang diindeks agar fitur penyelesaian kode berfungsi dengan baik. Namun, setelah ter-load penuh, PhpStorm terasa cukup responsif saat mengedit file, tanpa kelambatan yang berarti. Satu hal yang nyata tentang PhpStorm adalah seberapa rutin ia diupdate dengan perbaikan bug dan fitur baru. Meski sudah ada sejak 2009, PhpStorm masih memiliki siklus rilis yang kuat, yang tentu sangat menggembirakan. Anda akan merasa PhpStorm akan ada selama bertahun-tahun kedepan.

Dan jangan salah dengan namanya—PhpStorm bukan hanya untuk pengembangan PHP (sudah support penuh untuk PHP 7, ngomong-ngomong). Ia juga memiliki dukungan bawaan yang sangat baik untuk HTML, JavaScript, dan CSS, yang semuanya penting untuk pengembangan WordPress moderen!

Detail PhpStorm:

  • Website: https://www.jetbrains.com/phpstorm/
  • Komersial: Ya (Gratis percobaan selama 30 hari)
  • Rilis awal: 2009
  • Diupdate secara berkala: Ya
  • Dukungan ekstensi: Ya - plugin
  • Ditulis dalam: Java
  • Dukungan lintas platform: Ya

Sublime Text 3

Sublime Text 3Sublime Text 3Sublime Text 3

Selanjutnya dalam daftar kita adalah Sublime Text 3, dikembangkan oleh Jon Skinner. Ini terbukti menjadi pilihan yang sangat solid di kalangan pengembangan web profesional. Selama bertahun-tahun, ia telah membangun pengikut yang signifikan dengan antarmuka pengguna yang hebat, apik, dan sangat cepat. ia juga dikenal stabil dan dapat menangani file berukuran besar dengan mudah, dimana editor lain masih kesulitan.

Menariknya, dengan popularitasnya itu, Sublime Text 3 belum pernah melihat rilis besar dalam beberapa tahun ini. Meskipun diperbarui secara rutin, ini sebagian besar mengandung perbaikan bug bersamaan dengan peningkatan kecil dan fitur baru. Pada saat penulisan, Sublime Text 3 masih dalam versi beta, tapi pertama kali dirilis sebagai versi beta pada tahun 2013! Dan saat ini tidak ada berita baru rilis besar.

Saat startup, Sublime Text 3 sangat cepat diluncurkan. Sebenarnya, hampir instant. Ia berjalan sangat cepat juga, tanpa kelambanan atau gangguan, yang membuat pengalaman pengeditan sangat halus dan produktif. Ia cukup minimalis out of the box dan dilengkapi dengan manajer paket untuk menginstal add-on (ditulis dengan Python) tanpa perlu me-restart Sublime Text dalam banyak kasus (yang merupakan sentuhan yang bagus).

Seperti disebutkan di atas, ia menangani ukuran file yang besar dengan sangat baik dan sangat kuat, yang berarti tidak mudah "crash". Ada banyak sekali add-on yang kuat (disebut sebagai paket) yang membuat Sublime Text sangat fleksibel dan juga serbaguna. Ini termasuk paket khusus untuk pengembangan WordPress. Tidak dapat disangkal bahwa Sublime Text 3 benar-benar enak untuk digunakan.

Anda juga dapat menemukan sejumlah besar tutorial tertulis dan tutorial video di Sublime Text 3, yang sebagian besar up to date. Hal ini tampaknya membuktikan bahwa Sublime Text 3 masih sangat populer dan banyak digunakan oleh banyak pengembang web setiap hari, yang merupakan bukti kualitas editor kecil yang fantastis ini.

Meskipun Sublime Text masih populer, ia kemungkinan bisa kehilangan tahtanya dalam beberapa tahun kedepan. Namun, jika paket library terus berkembang maka kurangnya update besar mungkin tidak penting dalam waktu dekat.

Anda bisa melakukan hal yang lebih buruh dibanding mencoba Sublime Text 3. Anda bisa mengevaluasinya secara gratis untuk waktu tak terbatas.

Detail Sublime Text 3:

  • Website: https://www.sublimetext.com/
  • Komersial: Evaluasi gratis (lisensi dibutuhkan untuk penggunaan lanjutan)
  • Rilis awal: 2008
  • Diperbaruhi secara berkala: Tidak
  • Dukungan ekstensi: Ya - Paket
  • Ditulis dalam: C++, Python
  • Dukungan lintas platform: Yes

Atom

AtomAtomAtom

Dibangun oleh GitHub, Atom adalah "anak baru" di blok dari semua IDE di ulasan kita. Dirilis pada tahun 2014, ini adalah salah satu editor terpopuler saat ini dan memiliki komunitas pengguna yang berkembang pesat.

Popularitas ini bisa jadi karena, setidaknya sebagian, pada fakta bahwa Atom adalah open source dan sepenuhnya didorong oleh komunitas. Berkontribusi pada Atom adalah proses yang serupa dengan WordPress sehingga siapapun dapat berkontribusi pada pengembangan inti, sepanjang pedoman ini dipatuhi. Dan karena Atom diarsipkan secara publik di GitHub, kontribusi sangat mudah jika Anda mengenal Git repositori.

Atom juga memiliki perpustakaan add-on yang besar, dengan lebih dari 6.000 saat ini tersedia di halaman paket Atom resmi. Ini berarti Anda memiliki kesempatan lebih baik untuk menemukan paket untuk melakukan banyak hal yang Anda butuhkan. Ada berbagai paket yang membuat pengembangan spesifik WordPress sangat mudah.

Mirip dengan Sublime Text, Atom memiliki dukungan penuh untuk proyek serta pengeditan file individual. Dan ada dukungan bawaan untuk "embedded Git control", yang tentu tidak mengherankan karena dikembangkan oleh GitHub!

Ia secara dasar cukup out of the box, tapi sekali lagi begitu juga Sublime Text 3 sampai Anda mulai mengonfigurasinya. Pembaruan dirilis secara berkala, tapi Anda akan mengharapkannya dari editor yang relatif baru.

Beberapa pengguna melaporkan mengalami waktu load lambat dan kinerja yang "setengah-setengah" saat mengedit, khususnya saat berurusan dengan ukuran file besar. Apakah ini ada kaitannya dengan Atom yang dikembangkan di JavaScript dapat diperdebatkan. Sebaliknya, Sublime Text dikembangkan di C ++ yang berjalan sangat cepat secara native. Hanya waktu yang akan memberi tahu apakah Atom versi masa depan dapat mengatasi masalah ini. Perlu diingat, basis kode Atom masih tergolong muda dan memiliki banyak waktu untuk menjadi dewasa.

Secara keseluruhan, Atom adalah editor kecil hebat yang dapat Anda konfigurasi dengan mudah untuk pengembangan WordPress. Tidak mengherankan jika Atom telah mendapatkan begitu banyak daya tarik, dan akan sangat menarik untuk melihat bagaimana hal itu berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Ini jelas salah satu yang harus diperhatikan!

Detail Atom:

  • Situs web: https://atom.io/
  • Komersial: Tidak (100% gratis)
  • Rilis awal: 2014
  • Diupdate berkala: Ya
  • Dukungan ekstensi: Ya (Paket)
  • Ditulisan dalam: JavaScript
  • Dukungan lintas platform: Ya

Coda 2

Coda 2Coda 2Coda 2

Coda pertama kali diluncurkan pada tahun 2007, hanya satu tahun di depan Sublime Text. Ini memiliki pengikut yang sangat kuat selama bertahun-tahun, berbagi pasar pengembangan web profesional dengan Sublime Text di komputer Mac. Ini adalah kelemahan utama Coda—bahkan sepuluh tahun setelah rilis awal, masih belum ada versi Windows yang tersedia. Ini adalah satu-satunya editor dalam ulasan kami yang tidak kompatibel lintas platform.

Apakah ini memiliki dampak negatif pada popularitasnya? Itu sulit untuk dikatakan, namun saat ini jarang ditemukan aplikasi pengembangan web yang hanya Mac (atau Windows) saja. Ini memalukan, meskipun, karena ia termasuk editor hebat. Fitur editor termasuk terminal bawaan dan source control client, serta FTP client dan editor MySQL bawaan. Coda 2 juga mendukung plugin untuk memperluas fungsionalitas, termasuk plugin yang spesifik untuk pengembangan WordPress. Namun, belum jelas seberapa sering add-on WordPress ini diupdate. Itu bisa mempengaruhi kebergunaan sebuah editor jika mereka jauh terbelakang dibanding yang editor lainnya tawarkan.

Meski Coda 2 diupdate secara berkala, ini umumnya sebatas perbaikan kecil, dan belum ada rilis mayor dalam beberapa tahun ini. Coda 3 terasa agak jauh, dilihat dari tanggapan ini terhadap permintaan pengguna di 2015. Namun, penting untuk diingat bahwa ini belum tentu perlu dikhawatirkan. Sublime Text 3 masih resmi dalam versi beta(!) dan saat ini masih sangat populer.

Tanpa keraguan, Coda 2 adalah pilihan yang sangat baik untuk code editor. Mungkin ia mulai menunjukkan usianya sedikit, tapi saya tetap merekomendasikan memeriksa sebelum Anda membuat keputusan akhir tentang IDE yang Anda pilih. Apalagi kalau kamu pengguna macOS!

Detail Coda 2:

  • Website: https://panic.com/coda/
  • Komersial: Ya (Gratis 7 hari percobaan)
  • Rilis awal: 2007
  • Diupdate berkala: Ya
  • Dukungan ekstensi: Ya - Plugins
  • Ditulis dalam: (Tidak diketahui)
  • Dukungan lintas platform: Tidak

NetBeans

NetbeansNetbeansNetbeans

NetBeans sudah lama ada (sejak pertengahan 1990an) namun masih berkembang dan mampu bersaing dengan IDE yang lebih baru. Seperti PhpStorm, ia dikembangkan di Java dan tersedia untuk berbagai platform. Aplikasi NetBeans inti terdiri dari seperangkat 'modul' untuk menambahkan fitur ke IDE untuk membantu pengembangan web.

NetBeans telah menjadi favorit yang kuat di antara pengembang web selama bertahun-tahun sebagai salah satu IDE berfitur paling lengkap yang tersedia. Kompetisi utamanya saat ini adalah dari aplikasi seperti Dreamweaver, yang masih dalam pengembangan aktif oleh Adobe namun tidak pernah sepopuler dulu. Jadi mengapa NetBeans masih kuat?

Dikembangkan menggunakan Java berarti lintas platform yang kompatibel sejak pertama, dan karena gratis membuatnya menarik bagi khalayak yang jauh lebih luas dan berarti mendapat banyak rekomendasi dari orang-orang yang telah menggunakannya selama bertahun-tahun. Dan itu tidak mengherankan bahwa ia memiliki komunitas pengguna yang sangat besar karena sudah ada selama lebih dari 20 tahun!

NetBeans bekerja dengan baik dengan proyek WordPress. Anda mendapatkan kode yang biasa mengisyaratkan dan menyoroti, ditambah navigasi kode lengkap, namun Anda juga mendapatkan debugger yang hebat, yang cukup mengesankan untuk produk yang 100% gratis. Ada berbagai macam add-on untuk integrasi yang lebih erat dengan WordPress, yang akan membuat pengembangan theme dan plugin semakin mudah.

Pembaruan untuk NetBeans tampaknya telah melambat dalam beberapa tahun terakhir, dengan hanya satu update per tahun sejak 2014. Namun, rilis utama (NetBeans 9) dijadwalkan pada Juli 2017 bertepatan dengan peluncuran JDK9. NetBeans juga memiliki dukungan penuh untuk PHP 7 sejak versi 8.2, jadi jika Anda perlu mengembangkan versi terbaru dari PHP maka NetBeans mencakup semuanya.

Detail NetBeans:

  • Website: https://netbeans.org/
  • Komersial: Tidak (Gratis)
  • Rilis Awal: 1996 (aslinya bernama Xelfi)
  • Diperbaruhi secara berkala: Ya
  • Dukungan ekstensi: Ya - Modul
  • Ditulis dalam: Java
  • Dukungan lintas platform: Ya

IDE dan Editor Lainnya Untuk Pengembangan WordPress

Seperti yang disebutkan di bagian pengenalan, ada banyak IDE lain yang Anda bisa gunakan dalam pengembangan. Anda tidak harus membatasi diri ke salah satu yang disebutkan di tutorial ini. Beberapa yang lain yang bisa Anda pertimbangkan diantaranya:

Kesimpulan

Dalam tutorial ini, kita telah melihat lima editor/IDEs populer untuk pengembangan web, dan secara spesifik pengembangan WordPress. Ini benar-benar bermuara pada kebutuhan khusus Anda. Jika Anda ingin mempertahankan pengalaman editor 'ringan' maka menggunakan aplikasi seperti Coda 2, Atom, atau Sublime Text 3 bisa menjadi pilihan yang tepat karena Anda dapat mengkonfigurasinya hanya untuk menyertakan fitur yang Anda butuhkan.

Tidak ada fitur set PhpStorm yang mengecewakan—ini benar-benar mengesankan. Tapi tidak semua orang membutuhkan semua fungsi itu langsung. Sebenarnya, pengembang pemula mungkin menunda serangkaian fitur yang menunggu untuk digunakan. NetBeans telah ada selama lebih dari 20 tahun dan memiliki basis kode IDE yang paling matang dalam tinjauan kami, yang membuatnya menjadi pilihan yang solid.

Apa IDE favorit Anda untuk pengembangan WordPress? Dan fitur apa yang penting bagi Anda dalam alur kerja harian Anda? Jika Anda menggunakan salah satu IDE yang telah kami ulas dalam artikel ini, lalu apa yang Anda sukai? Beri tahu kami di komentar di bawah ini.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.