Unlimited Plugins, WordPress themes, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Code
  2. Theme Development
Code

Membawa Taksonomi Kustom WordPress ke Tingkat Selanjutnya

by
Difficulty:AdvancedLength:MediumLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Radiva Rizqi (you can also view the original English article)

Taksonomi kustom WordPress adalah cara terbaik untuk mengatur konten situs web Anda, namun apa itu sebenarnya? Bagaimana mereka bisa diterapkan secara efektif? Lebih penting lagi, bagaimana mereka bisa menguntungkan situs Anda? Jangan takut, apa yang akan Anda baca berikut ini adalah panduan paling komprehensif untuk taksonomi kustom WordPress yang akan Anda temukan di internet saat ini.


Dasar-dasar Taksonomi Kustom

Pada tingkat yang paling dasar, sebuah taksonomi hanyalah sebuah metode untuk mengelompokkan sesuatu bersama-sama. Jika Anda telah mempublikasikan sebuah posting di WordPress sebelumnya, maka kemungkinan Anda sudah menggunakan taksonomi. Tag standar dan kategori di WordPress dianggap taksonomi! Sekarang, mari kita bicara lebih banyak tentang taksonomi kustom. WordPress telah mengijinkan Anda untuk membuat taksonomi sendiri sejak versi 2.3, namun, mereka baru benar-benar mulai populer sejak sekitar versi 2.9.

Cara yang populer untuk menjelaskan taksonomi kustom adalah dengan menggunakan contoh dari film. Mari kita berpura-pura kita sedang menulis artikel tentang film "Terminator 2". Apa yang biasanya kami lakukan dengan taksonomi standar bawaan, mengklasifikasikan artikel menggunakan tag dan kategori. Masalah dengan taksonomi bawaan, adalah bahwa mereka sangat generik.

Kita akan melanjutkan contoh ini dan berpura-pura telah memasukkan "Arnold Schwarzenegger" sebagai salah satu tag kita. Bagi mereka yang tidak mengenal aktor Austria, ini bisa sangat membingungkan. Ini jelas nama seseorang, tapi apakah orang ini aktor? Seorang director? Seorang produser? Pendekatan yang jauh lebih baik adalah membuat taksonomi kustom yang disebut "Actors" dan menambahkan nama Arnold ke taksonomi tertentu. Kita bisa melangkah lebih jauh lagi, dan menambahkan tambahan taksonomi kustom untuk pengelompokan film khas lainnya seperti genre, director, producer dan lain-lain.


Memahami Terms

Satu kata yang bisa Anda lakukan dengan baik untuk membiasakan diri adalah "term". Di WordPress, term adalah klasifikasi tunggal yang hidup di dalam dan didefinisikan oleh taksonominya. Dalam contoh sebelumnya, kami memiliki taksonomi yang disebut "Actors", oleh karena itu terms kami adalah: Arnold Schwarzenegger, Linda Hamilton, Edward Furlong, dll.


Bagaimana Taksonomi Kustom dapat Menguntungkan Situs Saya?

Taksonomi kustom dapat secara signifikan meningkatkan organisasi dan kegunaan situs web Anda. Karena fleksibilitas yang hadir dengan taksonomi kustom, mereka akan selalu lebih spesifik terhadap topik pilihan Anda jika dibandingkan dengan tag dan kategori. Contoh yang jelas adalah memasukkan taksonomi Anda di bagian bawah atau atas artikel Anda. Pada contoh di bawah ini saya telah membuat tiga taksonomi kustom, dan menampilkan term terkait di bawah area konten utama dari artikel.

WordPress taxonomy example

Keren kan? Itu bukan satu-satunya penggunaannya. Anda akan memperhatikan pada contoh di atas, bahwa teks tersebut tampaknya ber-hyperlink, itu karena memang begitu. Taksonomi kustom mengijinkan Anda memiliki arsip untuk term tertentu. Ini tidak hanya mengijinkan untuk organisasi konten yang lebih baik, namun juga memungkinkan pengguna untuk berlangganan term tertentu melalui RSS. Penggunaan lain yang kurang diterapkan untuk taksonomi kustom adalah hanya menggunakannya sebagai pengganti tag. Saya memutuskan untuk mengambil pendekatan yang tepat untuk blog gaming yang baru-baru ini diluncurkan. Anda tidak perlu menyoroti fakta bahwa Anda menggunakan taksonomi kustom, hanya ingat, kekuatan sebenarnya mereka terletak pada potensi superior pengarsipan, pencarian, kueri, dan struktur URL.

Ada berbagai manfaat lain menggunakan taksonomi kustom daripada membahas kasus penggunaan teoritis, mari kita lihat beberapa contoh praktis dengan kode untuk mendukungnya.


Menulis Taksonomi Kustom Pertama Kita

Sekarang setelah kita memahami apa itu taksonomi dan bagaimana cara menggunakannya, kita dapat mulai menerapkannya ke dalam tema kita. Untuk memulainya pertama-tama kita akan mendaftarkan taksonomi kustom kita. Dalam contoh ini, saya membuat taksonomi yang disebut "Actors". Jika Anda mengikuti tutorial ini, Anda akan membuka file functions.php tema Anda dan masukkan kode berikut.

Jangan khawatir dengan jumlah kode di sini, semuanya cukup sederhana saat Anda memecahnya. Sebagian besar kode terletak di array $labels. Array ini mendefinisikan konten label tertentu di dalam dasbor WordPress. Array $args adalah dimana keajaiban sesungguhnya terjadi; ini mendefinisikan pengaturan taksonomi.

Anda akan perhatikan bahwa untuk argumen "labels" yang kita lewatkan dalam array label yang telah kita buat sebelumnya. Argumen lain yang patut disebutkan adalah argumen "hierarchical". Ini mendefinisikan apakah atau tidaknya taksonomi kita memiliki kemampuan taksonomi bersarang, atau taksonomi "anak". Dalam contoh kita, kita tidak memerlukan fungsi khusus ini, namun perhatikan keberadaannya karena Anda mungkin memerlukan sistem taksonomi terperinci dalam proyek masa depan.

Menjelaskan setiap argumen berada di luar cakupan tutorial khusus ini, namun jika Anda ingin tahu lebih banyak, Anda dapat selalu mempelajari argumen ini secara terperinci di halaman resmi WordPress codex register_taxonomy.

Hal terakhir yang perlu diperhatikan di sini adalah panggilan ke fungsi register_taxonomy. Argumen pertama mendefinisikan nama taksonomi (ini digunakan secara internal di dalam WordPress). Argumen kedua mendefinisikan jenis posting mana yang taksonomi akan dilampirkan. Dalam skenario kita, kita melampirkannya ke posting standar WordPress. Sebagai alternatif, Anda dapat melampirkannya ke jenis posting kustom atau bahkan beberapa jenis postingan yang berbeda dengan melewatkan array jenis posting.

Sekarang setelah kita berhasil mendaftarkan taksonomi kustom kita, Anda akan melihat bahwa sekarang kami memiliki kotak meta "Actors" yang berada di kolom sebelah kanan dari halaman edit post WordPress. Pada tahap ini, menambahkan term ke kotak meta ini akan menyimpannya ke dalam database namun tidak akan menampilkannya di front end tema Anda. Mari kita terapkan contoh yang disajikan sebelumnya dengan tiga daftar taksonomi, yang terletak di bagian bawah pos.

Untuk contoh ini Anda harus menduplikasi kode yang digunakan untuk mendaftarkan taksonomi actors dua kali dan mengganti nama label untuk mencerminkan taksonomi, genre, dan penulis tambahan kami. File functions.php saya terlihat seperti ini.

Setelah kita mendaftarkan tiga taksonomi, kita siap untuk mulai menampilkan taksonomi dan term kami yang baru dibuat di dalam tema kami. Pastikan untuk mengedit posting yang ada untuk menambahkan beberapa istilah dummy ke kotak meta taksonomi baru.

Backend Taxonomy Screenshot

Masukkan kode berikut di bagian bawah file functions.php Anda.

Singkatnya, kita menyaring konten posting untuk menambahkan bagian taksonomi kustom kita di bagian bawah posting. Menggunakan filter dan bukan tag template berarti kita menghindari pengeditan file template tertentu. Tidak hanya ini lebih mudah, tapi juga memungkinkan kita untuk menggunakan kode ini dalam berbagai tema dengan cara yang lebih fleksibel.

Anda juga akan memperhatikan bahwa fungsi ini sangat umum; kita sama sekali tidak mengacu pada taksonomi yang kita buat tadi. Kode di atas hanya mengambil taksonomi kustom, memanggil fungsi get_taxonomies dengan indeks array args "built_in" yang ditetapkan ke false untuk memastikan bahwa kita tidak menyertakan taksonomi WordPress yang dibundel.

Kita kemudian melakukan loop melalui taksonomi kita dan mulai menambahkan elemen HTML tambahan untuk tujuan pemformatan. Dalam loop, kami juga memanfaatkan fungsi wp_list_categories. Fungsi ini menyiapkan unordered list dari term untuk taksonomi yang diberikan. Tidak hanya menangani persiapan struktur HTML, ia juga secara otomatis menghubungkan setiap term individual ke halaman arsip masing-masing.

Sekarang, jika Anda memuat posting Anda, Anda akan melihat ada tiga unordered lists, masing-masing menampilkan judul taksonomi dengan istilah terkait di bawahnya. Masalahnya, belum ada styling samasekali. Tambahkan kode berikut ke file tema style.css Anda untuk merapikannya sedikit.


Kesimpulan

Di sanalah Anda; bagian satu dari panduan kami untuk menggunakan taksonomi kustom WordPress ke tingkat berikutnya. Hari ini, kita telah melihat apa itu taksonomi kustom, apa yang mereka kuasai dan bagaimana menerapkannya secara efektif di tema Anda. Pada artikel berikutnya kita akan melihat pada mengkustomisasi taksonomi dan template arsip istilah Anda.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.