Unlimited Plugins, WordPress themes, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Code
  2. PHP

Memulai dengan CakePHP

by
Difficulty:IntermediateLength:ShortLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yendri Ikhlas Fernando (you can also view the original English article)

CakePHP adalah sebuah kerangka (framework) PHP yang bebas dan terbuka (opensource) yang ditujukan untuk mengembangkan, menyebarkan dan mengatur sebuah aplikasi menjadi lebih mudah. CakePHP menawarkan banyak pola desain yang berguna, seperti Model-View-Controller atau disingkat MVC, seperti kerangka (framework) populer lainnya yaitu Ruby On Rails. CakePHP juga menyediakan banyak pustaka yang berguna untuk tugas-tugas umum. Sebagai contoh "Inflector" (yakni pengulangan yang mengambil huruf/angka dan menangani kemajemukan).

Tulisan ini akan mencoba menuntun anda sehingga anda bisa memulai CakePHP dan mengembangkan aplikasi anda sendiri.

Langkah 1 : Mengapa CakePHP?

Dalam pengembangan PHP waktu yang cukup banyak terpakai adalah menulis ulang kode secara rutin seperti pengaksesan basisdata atau mengembalikan data ke peramban/browser. Tentu, semua kode ini bisa menjadi tidak teratur dalam aplikasi PHP yang biasa. Oleh karena itu yang dibutuhkan adalah sebuah kerangka kerja/framework untuk PHP seperti pada Ruby On Rails atau dikenal dengan Ruby.

CakePHP sejauh ini sudah menjadi solusi yan tepat. CakePHP menyediakan banyak pustaka yang berguna untuk mendukung tugas-tugas umum dan termasuk fasilitas untuk mengatur kode dalam folder dan menghubungkan kode dengan berkas (file). Hasilnya, waktu yang dihabiskan untuk menulis ulang kode dan mengatur kode bisa dikurangi.

Dibawah ini ada beberapa fitur CakePHP yang disediakan untuk memudahkan pengembangan aplikasi.

  • Lisensi MIT berbasis Open-Sorce secara gratis mengizinkan anda untuk menggunakan CakePHP dalam proyek-proyek anda pribadi.
  • Cocok untuk PHP4 dan PHP5 Versi minimum yang digunakan adalah versi 4.3.2
  • Mendukung MySQL, PostgreSQL, SQLite, PEAR-DB dan ADODB, perpustakaan/library abstaksi basisdata.
  • Tampilan berbasis Model-View-Controller
  • Interaksi basisdata CRUD (Create, Read, Update, dan Delete) yang mudah.
  • Teknik Scaffoding untuk menghemat waktu.
  • Link ramah mesin pencari.
  • Memasukkan validasi dan perangkat sanitasi untuk membuat aplikasi anda lebih aman.
  • Membuat template dengan PHP sintak yang familiar.
  • Menyimpan operasi.

Langkah 2 : Unduh Framework-nya

Sebelum anda memulai pengembangan dengan CakePHP anda perlu mendapatkan salinan framework-nya yang di unggah ke server anda. Kunjungi CakePHP.com dan klik tombol "Download" yang besar. Pastikan untuk mengunduh rilis-stabil dan bukan rilis-kandidat. Juga banyak perbedaan format berkas yang cocok sehingga anda bisa memilih yang paling cocok dengan komputer anda.

Langkah 3 : Mengunggah dan Memahami Struktur Berkas.

Ketika anda sudah mendapatkan salinan dari CakePHP, langkah selanjutnya adalah mengunggah salinan tersebut ke ruang web PHP dan MySQL yang ada. Saya lebih merekomendasikan untuk membuat sebuah folder baru untuk proyek CakePHP.

Ketika pengunggahan selesai maka struktur direktori seharusnya tampak seperti berikut ini :

Semua direktori-direktori atau folder-folder ini bisa saja tampak menakutkan awalnya, namun direktori tersebut tampak terpisah bermaksud untuk mengatur lebih baik untuk komponen-komponen framework (kerangak kerja) secara keseluruhan. Sejak folder yang bernama tmp aga membingungkan maka ini penjelasan fungsi folder ini :

  • Folder cake menyimpan semua fungsi utama dan internal untuk CakePHP. Anda biasanya tidak membutuhkan untuk mengubah apapun disini.
  • Folder docs berisi sedikit berkas, namun mencakup informasi tentang lisensi (COPYRIGHT.txt), perubahan log dan berkas berguna lainnya. Direktori ini tidak penting untuk jalannya CakePHP jadi anda bisa menghapusnya jika mau.
  • Folder app berguna sebagai tempat kode aplikasi anda. Folder app akan menyimpan kontroler, konfigurasi anda, template/sampel dan banyak lagi.
    • Folder config berisi semua berkas konfigurasi untuk aplikasinya. Termasuk detil basisdata, daftar akses, infleksi dan rute (URL rewriting).
    • Folder models menyimpan semua fungsionalitas basisdata sql untuk aplikasi anda.
    • Folder views meyimpan semua template/sampel, tata letak (tajuk/header, footer) dan modul pembantu yang membantu fungsionalitas (seperti AJAX).
    • Folder controllers menyimpan semua kontroler/pengontrol untuk aplikasi anda. Sebuah kontroler/pengontrol merupakan bagian yang langsung dan mengontrol model dan view/tampilan dengan menerima input dan memutuskan apa yang bisa dieksekusi dengannya.
    • Folder plugins menyimpan plugin yang merupakan kombinasi dari model, tampilan dan kontroler yang bisa dikemas dan digunakan pada aplikasi lainnya. Contohnya modul manajemen pengguna atau modul RSS.
    • Folder tmp menyimpan cache berkas yang dihasilkan dari proses caching sistem dan juga menyimpan log debuggung. Folder ini akan sangat bernilai selama pengembangan aplikasi.
    • Folder vendors, bisa berisi library/perpustakaan yang anda butuhkan dalam aplikasi tertentu.
    • Folder webroot menyimpan media statis seperti CSS, gambar dan JavaScript yang dibutuhkan aplikasi anda.
  • Direktori vendors kedua bisa digunakan untuk menyimpan perpustakaan pihak-ketiga dan menghubungkannya dari kontroler CakePHP anda. Untuk contoh jika kita ingin membangun sebuah aplikasi Facebook dengan CakePHP kita bisa membuat di library/perpustakaan Facebook dan mengkonfigurasikan CakePHP untuk memproses itu.

Langkah 4 : Mengkonfigurasi CakePHP

Konfigurasi CakePHP cukup mudah. Kita hanya perlu memberitahu CakePHP detil basisdata kita dan mengatur bagaimana fungsi pokok bekerja.

Untuk tujuan pengembangan anda seharusnya membuat sebuah basisdata baru dan seorang pengguna dengan hak-hak khusus berikut : ALTER, CREATE TEMPORARY TABLES, CREATE, DELETE, DROP, SELECT, INSERT, UPDATE, REFERENCES, INDEX, LOCK TABLES.

Ketika pengguna dan basisdata selesai dibuat, kita bisa menemukan berkas konfigurasi basisdata CakePHP, lokasinya di /app/config/database.php.

Buka dan cari kebawah sampai menemukan array berikut

dan isi berdasarkan basisdata anda seperlunya. Jika karena alasan tertentu anda tidak bisa membuat basisdata yang baru, atau komputer anda tidak mengizinkan, anda bisa mengatur sebuat prefix untuk semua tabel CakePHP anda dengan mengatur nilai di daftar prefix. Pastikan untuk mengganti nama file ini ke /app/config/database.php

Banyak konfigurasi berlokasi di /app/config/core.php. Anda bisa mengubah level informasi debugging, bagaimana sebuah sesi disimpan, waktu habis sebuah sesi untuk keamanan, dan nama sebuah cookies. Ketika kita memulai pengembangan kita perlu menyesuaikan hal-hal ini, namun pada kebanyakan keperluan tidak diperlukan.

Langkah 5 : Memastikan Berjalan dengan Baik.

Ketika anda selesai memasukkan detil basisdata yang benar dan mengunggah semua berkas CakePHP, instalasi tersebut seharusnya berjalan dengan baik untuk pengembangan. Buka pada peramban/browser anda folder yang diunggah pada proses instalasi tadi. Jika semua berjalan baik, anda seharusnya melihat halaman berikut ini :

Penutup

Tutorial ini merupakan pengenalan dasar CakePHP dan bagaimana menjalankannya di peladen/server anda. Kedepan, secara berangsur kita akan mengembangkan aplikasi dari awal menggunakan CakePHP, menambahkan efek seperti AJAX, dan mengintegrasikan CakePHP dengan perpustakaan/library dan layanan seperti Facebook.

  • Ayo berlangganan ke NETTURS RSS Feed untuk tutorial pengembangan web harian dan juga artikel-artikel.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.