Students Save 30%! Learn & create with unlimited courses & creative assets Students Save 30%! Save Now
Advertisement
  1. Code
  2. Android
Code

Android Dari Awal: Bagaimana Menjalankan Aplikasi Pada Perangkat Fisik

by
Difficulty:BeginnerLength:ShortLanguages:
This post is part of a series called Android From Scratch.
Android From Scratch: Building Your First Android Application
Android From Scratch: Common UI Design Patterns

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Kebanyakan ponsel dan tablet Android dapat dihubungkan ke sebuah komputer menggunakan sebuah kabel USB. Namun secara default, koneksi USB antara perangkat adodn sebuah komputer dibatasi hanya untuk transfer file.

Oleh karena itu, jika kamu ingin menggunakan perangkatmu untuk pengembangan aplikasi Android, kamu harus membuat sedikit perubahan konfigurasi baik pada perangkat dan komputermu. Di dalam tip singkat ini, saya akan menunjukkanmu bagaimana membuat perubahan itu.

Prasyarat

Untuk bisa mengikuti tutorial ini, kamu memerlukan:

  • Android SDK versi terbaru
  • Sebuah perangkat Android yang menjalankan Android 4.2 atau lebih tinggi

1. Mengkonfigurasi Perangkat Androidmu

Karena kebanyakan pengguna Android bukanlah pengembang aplikasi, pada perangkat yang menjalankan Android 4.2 atau lebih tinggi, semua pengaturan yang ditujukan bagi pengembang aplikasi tersembunyi secara default. Untuk menampilkan pengaturan ini, buka aplikasi Settings pada perangkatmu dan arahkan ke layar About phone. Berikutnya, scroll ke bawah hingga pada Build number dan klik itu tujuh kali.

About phone Screen

Ketika kamu melakukan ini, kamu harusnya dapat melihat menu Developer options. Buka itu dan pastikan pilihan USB debugging dicentang.

Turn on USB Debugging

Sebagai tambahan, saya menyarankan kamu mencentang juga pada pilihan Strict mode enabled dan Show CPU usage. Dengan mengaktifkan option ini, lebih mudah bagimu untuk mengetahui apakah kamu telah menyimpang dari pelaksanaan coding yang direkomendasikan.

Optional Developer Options

Pada titik ini, perangkatmu dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi. Gunakan kabel USB untuk menghubungkannya ke komputer.

2. Mengkonfigurasi Komputer

Perubahan konfigurasi yang perlu kamu buat pada komputer tergantung pada sistem operasi yang dijalankannya. Pada tip singkat ini, kita fokus pada OS X, Windows, dan Ubuntu.

OS X

Pada OS X, kamu tidak harus membuat perubahan sama sekali.

Windows

Pada Windows 7 atau lebih tinggi, kamu harus mendownload dan menginstal sebuah driver USB Original Equipment Manufacturer USB untuk perangkat Android. Biasanya, driver ini dapat ditemukan pada website pembuat perangkat. Jika kamu menggunakan ponsel atau tablet Google Nexus, kamu harus menginstal Google USB Driver.

Ubuntu

Pada kebanyakan jenis Ubuntu, konfigurasinya sedikit lebih banyak terlibat. Pertama-tama, kamu harus menentukan vendor ID USB perangkatmu. Untuk melakukannya, kamu dapat menggunakan perintah lsusb.

Kamu sekarang siap untuk melihat detail terkait USB pada semua perangkat yang terhubung pada komputermu melalui USB. Di dalam bagian Device description, cari nama perusahaan yang membuat perangkatmu dan buat catatan nilai pada bagian idVendor. Nilai itu hendaklah angka heksadesimal 4 digit.

Berikutnya, sebagai superuser, buat sebuah file baru dan beri nama itu /etc/udev/rules.d/51-android.rules.

Tambahkan aturan udev pada file ini:

Terakhir, gunakan perintah chmod untuk mengijinkan semua pengguna sistem membaca 51-android.rules.

3. Membangun Koneksi Local

Sekarang setelah kedua perangkat Android dan komputer telah dikonfigurasi, kamu dapat memulai server Android Debug Bridge server, atau disingkat ADB, untuk secara otomatis membangun koneksi antara mereka.

Arahkan ke direktori platform-tools pada Android SDK gunakan perintah adb start-server untuk memulai ADB.

Segera setelah server siap, kamu melihat sebuah dialog muncul pada layer perangkatmu meminta untuk mengkonfirmasi apakah kamu ingin membolehkan USB Debugging. Dialog juga berisi RSA fingerprint pada komputermu. Tekan OK untuk membentuk koneksi USB.

Mulai saat ini, kamu dapat menggunakan perangkatmu alih-alih emulator saat mengembangkan aplikasi. Jika kamu menggunakan Android Studio, atau menekan tombol Run di dalam toolbar, kamu dapat melihat perangkatmu dalam daftar perangkat yang berjalan.

List of Running Devices on Android Studio

4. Membangun Sebuah Koneksi Melalui Wi-Fi

Banyak pengembang Android memiliki banyak ponsel dan tablet Android untuk melihat bagaimana tampilan dan perilaku pada ukuran layar dan versi Android yang berbeda. Menjaga semua perangkat tersebut terhubung ke komputer dengan kabel USB dapat tampak aneh. Oleh karena itu, ADB juga mengijinkan pengembang untuk menghubungkan perangkat mereka melalui Wi-Fi.

Agar perangkat dapat dikonfigurasi untuk debugging melalui koneksi Wi-Fi, hubungkan itu ke komputer dengan kabel USB. Sebagai tambahan, pastikan baik komputer dan perangkat terhubung pada jaringan Wi-Fi yang sama. Kamu sekarang harus membuka sebuah port pada perangkat dimana itu dapat mengenali koneksi TCP/IP dengan menggunakan perintah adb tcpip. Sebagai contoh, berikut bagaimana kamu membuka port 5565:

Berikutnya, kamu perlu menentukan alamat IP perangkat. Untuk melakukannya, buka aplikasi Settings pada perangkat, arahkan ke layar About phone, dan klik Status. Kamu dapat melihat IP address, baik dalam format IPv4 dan IPv6, di bawah heading IP address.

Status Screen

Sekarang setelah kamu mengetahui baik IP address dan port number, kamu dapat mencopot perangkatmu dari komputer, dan menghubungkan itu melalui Wi-Fi dengan menggunakan perintah adb connect. Sebagai contoh, jika IP address perangkatmu adalah 192.168.0.2, berikut bagaimana kamu dapat menghubungkannya:

Dari point ini, kamu dapat menggunakan perangkat untuk pengembangan aplikasi Android sama seperti yang dihubungkan melalui USB.

Kesimpulan 

Di dalam tip singkat ini, kamu mempelajari bagaimana mengkonfigurasi baik perangkat Android dan komputer untuk USB debugging. Kamu juga mempelajari bagaimana mengatur sebuah koneksi ADB melalui Wi-Fi.

Itu sangat penting bahwa kamu melihat bagaimana aplikasimu bertindak pada sebanyak mungkin perangkat fisik, khususnya jika kamu merencanakan untuk mempublikasikan aplikasimu pada Google Play. Mengapa begitu? Perangkat Android cenderung memiliki batasan yang, jika dibiarkan dapat menyebabkan aplikasi berperilaku aneh, atau bahkan crash.

Jika kamu tidak memiliki semua perangkat Android yang ingin kamu dukung, kamu mungkin dapat mempertimbangkan menggunakan Cloud Test Lab milik Google, yang mengijinkanmu untuk secara mudah menjalankan dan menguji aplikasimu pada hampir semua perangkat Android populer.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.