Unlimited Plugins, WordPress themes, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Code
  2. Hosting

Mengaktifkan Kecepatan yang Menakjubkan: Menggabungkan CloudFlare dengan CDN di Blog Anda

by
Read Time:8 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by ⚡ Rova Rindrata (you can also view the original English article)

Jika Anda mencoba untuk mempercepat blog Anda, Anda mungkin telah menggunakan teknik seperti mengoptimalkan gambar Anda, menyingkirkan plugin dan script yang tidak berguna, dan minifying CSS dan JavaScript Anda. Namun, mengoptimalkan konten di server lokal Anda hanya bisa pergi sejauh ini. Langkah berikutnya dalam permainan kecepatan blog adalah mengambil keuntungan dari Content Delivery Networks (CDNs).

Apa itu CDN? Pada dasarnya, ini adalah layanan yang menyimpan unsur-unsur tertentu dari situs Anda (gambar, file JavaScript, file CSS) dan mendistribusikannya di jaringan server yang tersebar secara geografis. Ketika pengunjung mengunjungi situs Anda, CDN akan menentukan server pada jaringan mereka yang terdekat dengan pengunjung dan melayani konten Anda dari sana. Ini dapat benar-benar mengurangi waktu load Anda!

CloudFlare adalah CDN yang sangat populer dan gratis yang dapat Anda gunakan untuk tujuan ini. Menggunakan CloudFlare saja dapat menghasilkan waktu load yang berkurang drastis di blog Anda. Namun, Anda dapat mengurangi waktu load ini lebih lagi dengan menggabungkan CloudFlare dengan CDN "penuh". Saya telah menggunakannya dengan menghubungkannya dengan MaxCDN selama beberapa bulan lebih di blog saya, College Info Geek, dan saya mempunyai hasil yang bagus.

Dalam tutorial ini, saya akan menunjukkan kepada Anda bagaimana menggabungkan dua layanan ini pada blog Anda sendiri dengan menggunakan W3 Total Cache. Karena CloudFlare gratis dan MaxCDN tidak, saya akan pergi melalui CloudFlare pertama kali jikalau Anda hanya perlu pilihan yang gratis. Mari kita lanjutkan!


Langkah 1 Install W3 Total Cache

Sebelum Anda mulai membuat akun CloudFlare, Anda akan menginstal dan mengkonfigurasi plugin W3 Total Cache di blog Anda. Ini adalah plugin yang butuh sedikit waktu untuk mengkonfigurasi. Anda dapat mengikuti setup tutorial yang sangat baik dari WPBeginner untuk mendapatkan semua setting Anda benar sebelum melanjutkan.


Langkah 2 Membuat akun CloudFlare dan Tambahkan Situs Anda

Tujukan ke situs CloudFlare dan membuat akun menggunakan alamat email Anda dan nama pengguna pilihan Anda.

Setelah Anda mendaftar, sekarang saatnya untuk mulai situs web Anda diatur dengan CloudFlare. Catatan: Beberapa web host sudah termasuk pilihan aktivasi CloudFlare otomatis di cPanel. Saya sangat TIDAK menyarankan Anda menggunakan pilihan ini - saya mencobanya pertama kali dan akhirnya situs saya mati selama tiga hari karena masalah propagasi domain. Melakukan pengaturan manual benar-benar mudah dan akan membantu Anda menghindari downtime atau sakit kepala!

OK, sekarang Anda akan melihat sebuah layar yang terlihat seperti ini:

Add your site to CloudFlareAdd your site to CloudFlareAdd your site to CloudFlare

CloudFlare akan mulai memindai setup DNS situs Anda, dan Anda akan menonton komersial kecil sementara itu terjadi. Waktu Bersenang-senang. Setelah selesai dilakukan (sekitar 45 detik atau lebih), Anda dapat melanjutkan ke langkah berikutnya dalam proses.

Karena Anda mengubah nameserver, maka bisa memakan waktu hingga 24 jam agar CloudFlare menjadi aktif di situs Anda.

Sekarang Anda akan melihat halaman yang menampilkan apa yang CloudFlare pikir berada di dalam DNS Zone File Anda. Anda perlu mengakses DNS Zone File yang sebenarnya dan pastikan semua entri telah ditransfer. File ini dapat diakses melalui cPanel website Anda (atau panel admin serupa). Jika Anda tidak dapat menemukan DNS zone file Anda, hubungi dukungan dari host Anda dan meminta mereka di mana Anda dapat menemukannya.

Langkah 3 memungkinkan Anda memilih A dan CNAME record mana yang ingin dikontrol oleh CloudFlare. Secara default, A record untuk domain Anda dan CNAME record berlabel "www" harus menjadi satu-satunya yang disorot. Saya sarankan menjaga pengaturan ini dan melanjutkan.

Akhirnya, langkah 4 memberi Anda nameserver baru yang Anda butuhkan untuk digunakan domain Anda. Untuk menukar yang lama dan memasang ini, pergi ke domain registrar situs web Anda dan pergi ke manajer domain Anda. Jika Anda menggunakan GoDaddy, Anda akan melihat tombol berlabel "Nameserver" tepat di manajer domain. Registrar lain seharusnya memiliki alat yang sama.


Langkah 3 Menambahkan Rincian CloudFlare Anda ke W3 Total Cache

Anda akan menerima email setelah domain Anda telah disebarkan ke nameserver baru yang Anda masukkan. Setelah ini terjadi, Anda akan dapat mengakses pilihan CloudFlare Anda. Sekarang saatnya untuk menambahkan rincian CloudFlare Anda ke W3 Total Cache dan mulai menuai manfaat.

Log in ke akun CloudFlare Anda dan pergi ke tab Account. Di sini Anda dapat melihat Email Account Anda, Username, dan API Key unik Anda. Khususnya, Anda akan memerlukan Account Email dan API Key unik untuk bagian ini.

Pergi ke Dashboard WordPress Anda dan cari opsi berlabel Performance. Ini adalah pengaturan panel untuk W3 Total Cache. Pada tab default General Settings, gulir ke bawah ke bagian yang berjudul Network Performance and Security powered by CloudFlare. Lakukan langkah-langkah berikut:

  • Klik kotak centang yang berlabel Enable
  • Masukkan alamat email yang Anda gunakan pada akun CloudFlare
  • Sisipkan API Key Anda
  • Masukkan nama domain Anda
  • Atur tingkat keamanan Anda menjadi apa pun yang Anda anggap tepat. Secara pribadi saya set ke rendah. Saya telah menemukan bahwa pengaturan untuk apa pun di atas ini tampaknya tidak perlu dan benar-benar dapat mengakibatkan blok positif palsu.
  • Pastikan Development Mode dimatikan kecuali Anda membuat perubahan desain situs Anda.
  • Klik Save all settings.
w3 Total Cache CloudFlare settingsw3 Total Cache CloudFlare settingsw3 Total Cache CloudFlare settings

Keren! Anda punya bagian pertama dilaksanakan. Jika Anda tetap ingin mencoba tanpa biaya, Anda dapat melanjutkannya dan berhenti di sini. Hanya memiliki CloudFlare akan mengakibatkan dorongan kecepatan yang baik untuk situs Anda. Jika Anda ingin mendapatkan kecepatan yang lebih secara gratis, periksalah WordPress Speed Quickstart Guide untuk tips lebih banyak.

Namun, jika Anda ingin memaksimalkan potensi Anda, baca terus. Selanjutnya kita akan menerapkan MaxCDN.


Langkah 4 Sign Up untuk MaxCDN

Baiklah, jadi Anda ingin mengambil risiko dan mengintegrasikan dua solusi CDN pada blog Anda. Bagus. Seperti saya katakan di atas, saya telah melakukan ini sudah selama sekitar empat bulan. Sejauh ini, kombinasinya telah bekerja sangat baik dan situs saya benar-benar tajam (terutama untuk gambar-berat).

OK, jadi hal pertama yang harus Anda ketahui tentang MaxCDN (atau CDN "penuh" lainnya) adalah bahwa membutuhkan biaya. Hal ini tidaklah sangat mahal, tapi biayanya lebih dari segelas kopi. Jadi, apakah Anda harus menggunakannya? Berikut adalah beberapa petunjuk:

MaxCDN umumnya lebih cepat daripada CloudFlare. Sebagai sebuah CDN khusus, memiliki infrastruktur yang lebih yang mengatur untuk melayani konten lokal sebanyak mungkin. Jadi saya pikir keputusan pada apakah untuk menggunakannya atau tidak harus didasarkan pada lalu lintas Anda dan ukuran halaman Anda. Apakah Anda memiliki banyak layanan gambar dan media? Apakah Anda memiliki desain visual yang sangat tinggi dengan banyak elemen yang harus dimuat? Semua hal ini dapat meningkatkan waktu load. bagaimana tentang audiens Anda? Apakah Anda mendapatkan kunjungan 10 per hari atau 10.000? Semakin banyak lalu lintas yang Anda miliki, semakin penting bahwa situs Anda perlu dioptimalkan untuk kecepatan. MaxCDN akan mengambil beberapa beban bandwidth server, sehingga dapat menjadi pertimbangan juga.

Jika Anda telah memutuskan bahwa ini senilai dengan uang Anda, langsung menuju ke MaxCDN.com dan klik tombol pendaftaran. Pilih opsi bayar Pay as You Go (Anda mungkin tidak cukup besar untuk Enterprise, dan jika iya Anda mungkin harus menghubungi MaxCDN sendiri tentang pelaksanaannya!). Harga dasar untuk opsi ini adalah $39,95, tapi Anda bisa mendapatkannya sekitar $30 menggunakan kode kupon. Pada harga ini, Anda mendapatkan satu terabyte bandwith CDN. Ini adalah dimana integrasi CloudFlare benar-benar berguna; dengan menggunakan keduanya, saya berhasil menggunakan hanya 92GB dalam empat bulan terakhir (dan ini adalah dengan 30.000-40,000 tampilan halaman per bulan). Pada tingkat ini, bandwidth seharusnya berakhir dalam 3.5 tahun (walaupun pertumbuhan lalu lintas akan menurunkannya). $30 selama 3,5 tahun tidaklah terlalu buruk sama sekali.

Sekali Anda mendaftar dan memiliki akun Anda, pergi ke depan dan log in. Agar MaxCDN mengantarkan konten situs Anda, Anda perlu untuk mendirikan sebuah zona. Ikuti langkah berikut untuk melakukannya.

  • Pada dashboard Anda, pergi ke tab Manage Zones.
  • Anda akan melihat sebuah kotak berlabel Pull Zones. Klik Create Pull Zone.
  • Silahkan mengisi Pull Zone Name. Ini bisa menjadi apa pun yang Anda inginkan.
  • Pada Origin Server URL, masukkan seluruh URL termasuk http://.
  • Masukkan Custom CDN Domain. Saya sarankan cdn.yourdomain.com.
  • Label Anda bisa apa saja yang Anda inginkan.
  • Pastikan Compression dicentang.
  • Klik Create.
Create Pull ZoneCreate Pull ZoneCreate Pull Zone

Langkah 5 Mengatur MaxCDN dalam W3 Total Cache

Langkah terakhir dalam tutorial ini adalah menyalakan CDN Anda di W3 Total Cache dan mengubahnya. Untuk melakukan ini, kembali ke tab General Settings di W3 Total Cache di blog Anda dan gulir ke bawah ke bagian yang berjudul CDN.

  • Klik Enable.
  • Atur jenis CDN Anda NetDNA/MaxCDN.
  • Klik Save all settings.
Enable MaxCDNEnable MaxCDNEnable MaxCDN

Berikutnya, menuju ke tab CDN W3 Total Cache. Di sini Anda akan men-tweak pengaturan CDN untuk mendapatkan semuanya bekerja dengan benar. Segala sesuatu di bawah bagian General harus dibiarkan seperti aslinya - pastikan semua kotak dicentang kecuali yang terakhir.

Bagian Configuration adalah dimana Anda akan melakukan pekerjaan yang paling banyak. Ikuti langkah berikut untuk mendapatkan pengaturannya dengan benar:

  • Isi API ID dan API Key Anda. Anda dapat menemukan ini dengan login ke akun MaxCDN Anda, pergi ke My Settings, dan pergi ke tab API. ID dan key akan terdaftar di sana.
  • Tinggalkan opsi dukungan SSL tetap Auto.
  • Gantikan host situs Anda dengan domain CDN yang Anda buat (cnd.yourdomain.com).
  • Klik Save all settings.
MaxCDN configMaxCDN configMaxCDN config

Hanya satu hal terakhir untuk dilakukan! Di bawah bagian Advanced, centang kotak di bawah yang berlabel Set cookie domain to "yourdomain.com". Segala sesuatu yang lain dapat ditinggalkan; Jika Anda menemukan bahwa CDN mengalami masalah dengan file tertentu setelah Anda dan menjalankannya, Anda dapat menghapus jenis berkasnya kemudian. Anda selesai!


Kesimpulan

Sekarang Anda memiliki sebuah blog yang didukung oleh CloudFlare dan MaxCDN. Anda akan melihat peningkatan kecepatan yang signifikan, yang Anda dapat membuat lebih baik lagi dengan melakukan hal-hal seperti minifying CSS dan JavaScript Anda, menggunakan WP Smush.it pada foto Anda dan meminimalkan penggunaan plugin. Nikmati blog cepat baru Anda!

Apakah Anda memiliki pengalaman dengan CloudFlare, MaxCDN, atau jaringan pengiriman konten lainnya? Berbagi pengalaman dengan kami di komentar di bawah ini.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.