Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Code
  2. Blog
Code

Bagaimana Kami Berkerja: Mengintip Kehidupan Tim Envato Tuts+

by
Length:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Hari ini kami akan memberimu kesempatan untuk melihat di balik layar di sini di Envato Tuts+ dan bertemu para editor yang membawakanmu semua tutorial dan kursus ini.

Kami adalah tenaga kerja era abad 21: menyebar di seluruh dunia, berkerja dari rumah, melakukan dalam waktu yang sepenuhnya berbeda, dan berkomunikasi via aplikasi web seperti Trello, Basecamp dan Slack.

Di dalam artikel ini, kamu akan dapat melihat foto-foto tempat kerja kami—dari loteng di Kanada hingga ruang bawah tanah di Spanyol, dan dari sebuah kafe dan gunung Montenegrin hingga area bermain di Leamington Spa. Kamu akan mendengar bagaimana kami berkerja, bagaimana kami menyeimbangkan kehidupan pekerjaan dan keluarga, dan bagaimana kami tetap produktif dan teratur.

Ian Yates

Web Design Editor—Mallorca, Spain

Ruang kerja saya adalah sebuah ruangan di bagian bawah rumah kami (tinggi dan kurus) yang mengarah ke luar ke taman. Saya tidak akan mengatakan bahwa saya seorang minimalis, namun saya benar-benar menyukai kerapihan—kepala saya sudah cukup penuh tanpa perlu dipusingkan dengan tempat kerja saya!

Ian Yates at work

Jam kerja yang saya gunakan juga cukup ketat, mungkin karena memiliki dua putri. Pada pukul 8:00 istri saya, berangkat kerja, mengantar mereka ke sekolah, sehingga saya biasanya berkerja pada titik itu. Mereka pulang pukul 17:00, sehingga saya suka selesai dan membereskannya saat itu. Konon, berkerja untuk Envato merupakan hal yang seperti penting, dan sangat fleksibel, jadi bukan hal yang tidak biasa bagi saya untuk menghilang bersepeda selama beberapa jam pada hari itu—menatap layar selama delapan atau sembilan jam berturut-turut tidak bagus untuk produktifitas atau kreatifitas.

Dalam hal peralatan, pengaturan saya cukup standar. Saya pernah menjadi penggemar Mac Pro, namun sejak menyadari bahwa sebuah MacBook Pro 13” sama dahsyatnya, dan tentu saja lebih portabel (walaupun kamu tidak akan pernah menemukanmu berkerja di kedai kopi, atau di tangga sebuah museum). Disambungkan ke monitor Dell 24", itu adalah pengaturan kerja yang bagus dan benar-benar saya butuhkan. Kamu akan memperhatikan beberapa barang Ikea, dan di awal tahun ini saya membeli sebuah kursi Aeron refurbish; cukup layak dengan harganya karena saya cukup tinggi dan cepat mengalami masalah dengan punggung karena duduk sepanjang hari.

Tiffany Brown Olsen

Course Producer—Vancouver, Canada

Saya suka berkerja dari rumah dan juga menyukai rutinitas. Tinggal di Vancouver, Kanada menempatkan saya dalam zona waktu paling awal sehingga saya mencoba untuk mulai berkerja pada pukul 7 pagi untuk mendapatkan waktu paling cocok dengan rekan kerjaku. Jadwal kerja saya dipecah menjadi blok 2 jam, dengan istirahat singkat di antaranya. Slot terkonsentrasi yang lebih pendek ini membantu saya tetap fokus dan produktif sembari tidak merasa terikat ke komputer.

Tiffany Brown Olsen workspace

Saya memiliki beberapa kemungkinan tempat kerja. Saya dapat berkerja di atas meja di dalam kamar depan, di kantor, atau saat musim panas saya biasanya berkerja di dek belakang. Saya menyukai sinar matahari sehingga saya akan sering berpindah ke tempat manapun yang paling cerah!

Joel Bankhead

Courses & Content Manager—Manchester, UK

Saya berkerja dari kantor rumah saya di Manchester, UK. Pada hari-hari tanpa meeting awal (dasar orang Australia…) Saya cenderung memulai hari kerja di sekitar 9 pagi, makan siang yang sehat menjauhi komputer, dan selesai pada pukul 6 sore. Istri saya juga berkerja dari rumah, jadi kami banyak memikirkan tentang lingkungan kantor untuk memastikan bahwa itu nyaman dan kondusif untuk berkerja.

Joels workspace

Tetap sehat dan mempertahankan tingkat energi yang bagus dan fokus merupakan hal vital untuk pekerjaan jarak jauh yang sukses dan memuaskan. Untuk tujuan itu saya cenderung berlari beberapa kali seminggu, hanya meminum air selama siang hari, dan mencoba untuk berkerja di suatu tempat selain kantor saya satu hari dalam seminggu.

Saya menikmati bereksperimen dengan peningkatan produktifitas saya dan sangat bergantung pada Omnifocus untuk tetap berada dalam jalur. Baru-baru ini saya mencoba “Teknik Pomodoro”, dimana kamu memecah pekerjaan ke dalam interval 25 menit, dipisahkah oleh istirahat singkat, dan saya telah menyadari bahwa itu berguna untuk mempertahankan fokus yang lebih baik sepanjang hari.

Saya juga sangat agresif dengan email, membayangi “Inbox Zero” pada saat saya berangkat. Saya mencoba memprioritaskan dengan baik dan memecah fokus secara efektif antara tugas penting dan mendesak, namun saya hampir selalu menaksir terlalu tinggi tentang berapa banyak yang dapat saya lakukan dalam sehari.

Michael Williams

Game Development Editor—Leamington Spa, UK

Saya dulunya berkerja pada jam yang tidak biasa, seperti yang dibuktikan oleh editor saya Ian—dia seringkali bingung dengan email jam 2 pagi yang diterimanya. Namun saat ini saya telah menentukan untuk berkerja pukul 10 hingga 6, Senin sampai Jumat, memberi atau meluangkan satu jam (dan meeting tengah malam yang aneh). Saya menghargai untuk dapat keluar belanja atau bertemu dengan teman atau menonton film di sore pada hari kerja, dan kemudian berkerja di malam hari atau saat akhir pekan.

Saya umumnya berkerja dari rumah di komputer desktop saya, namun ketika saya tidak melakukan analisis data dan tidak memerlukan tenaga ekstra, merupakan perubahan suasana yang bagus untuk membawa laptop ke kedai kopi, taman, atau rumah teman dan berkerja melalui inbox. Di dalam gambar ini, saya berkerja dari sebuah area bermain yang lembut, dengan Leon (3 tahun) "mendampingi" saya.

Michael working in the soft play area

Kami menggunakan Trello di Envato Tuts+ untuk tetap pada jalur terhadap apa yang perlu dilakukan dan siapa yang perlu melakukan itu dan kapan, dan saya sangat menggemari pendekatan ini, namun ketika tentang mengelola hari kerja pribadi, saya menyadari bahwa alat terbaik adalah buku catatan sederhana: tugas-tugas yang perlu saya lakukan hari ini berada di separuh teratas, tugas-tugas yang perlu saya lakukan segera berada di separuh terbawah, dan saya menulis ulang itu setiap awal pagi. Saya telah mencoba banyak aplikasi dan teknik yang berbeda, dan ini yang paling cocok.

Untuk benar-benar menyelesaikan pekerjaan, saya menyadari bahwa teknik Pomodoro yang terbaik. Karena saya berkerja dari rumah (paling sering!), Saya dikelilingi oleh gangguan (termasuk, tentu saja, keseluruhan internet), dan tidak ada seorang pun menghentikan saya mengendur kecuali diri saya sendiri. Saya telah melakukan ini cukup lama untuk mengetahui bahwa saya tidak dapat membodohi diri sendiri dalam mempercayai bahwa saya bisa menahan diri dari semua gangguan ini sepanjang hari, namun saya paling tidak memiliki tekad untuk menahannya selama 25 menit pada satu waktu!

Tom McFarlin

CMS & Web Development Editor—Atlanta, USA

Keluarga saya dan saya baru saja pindah dan begitu juga tempat kerja saya kurang lebih berubah pada saat itu. Pengaturan akhir merupakan sesuatu yang tetap saya rencanakan, namun saat ini saya memiliki semua yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan saya.

Di dalam foto ini, kamu melihat meja saya, botol besar berisi air, Jambox untuk mendengarkan nada sepanjang hari, dan anjing saya yang biasanya menghabiskan waktu tidur tepat di bawah meja saya.

Tom McFarlin workspace

Foto berikutnya ini menunjukkan pengaturan saya lebih lanjut. Itu mencakup semua hal-hal yang perlu saya pilah pada sisi kiri meja. Saya benci meja yang berantakan, namun saya biasanya membiarkan itu bertumpuk di meja saya sebagai pengingat bahwa saya perlu melakukan beberapa tindakan terhadap itu.

Selebihnya adalah keyboard, trackpad, dan monitor. Pada latar belakang, kamu dapat melihat komputer istri saya.

Tom McFarlins desk 2

David Appleyard

Envato Tuts+ Manager—Shrewsbury, UK

Saya telah berkerja dari rumah selama bertahun-tahun, dan senang memiliki ruang kerja tanpa perlu transoprtasi. Saya cenderung bangun sekitar jam 5 pagi, membuat secangkir teh, kemudian memeriksa email dan melakukan pekerjaan administrasi pada hari itu. Saya akan sarapan dengan istri saya sebelum dia berangkat kerja, kemudian mengerjakan project yang lebih besar dan mendalam sepanjang hari itu. Saya biasanya akan berhenti berkerja sekitar jam 2-3 siang, dan membaca, memasak makan malam, berlari, mengerjakan sesuatu yang kreatif, atau melakukan pekerjaan di sekitar rumah.

Davids workspace

Kami memiliki bayi di sekitar akhir tahun, sehingga saya akan mendapatkan beberapa pengalaman pertama terhadap tantangan berkerja di rumah dengan anak-anak (sesuatu yang telah diketahui dengan sangat baik oleh anggota tim yang lainnya!).

Davids workspace soon to be filled with baby stuff

Sean Hodge

Business Editor—Florida, USA

Hari saya dipecah ke dalam sesi kerja—tiap setengah jam hingga dua jam. Lamanya sesi kerja berdasarkan tugas yang ada. Saya beristirahat bila perlu.

Pagi saya sangat penting. Saya mencoba untuk menutup semua gangguan dan menyelesaikan project terpenting sebelum makan siang. Fokus utama saya dalam dua jam pertama adalah melakukan pekerjaan yang memerlukan banyak pemikiran kreatif, sehingga saya melakukan pekerjaan yang berat terlebih dahulu. Ini bisa berupa merencanakan konten bisnis, melakukan riset, atau menulis. Kemudian saya beristirahat, pergi ke Starbucks, membeli Americano, kemudian melanjutkan pekerjaan pada material serupa.

Sean Hodge at work

Setelah makan siang, energi saya menurun sedikit, jadi saya mengerjakan tugas yang lebih berulang, atau pekerjaan yang perlu diselesaikan namun tidak rumit. Berikut tutorial berguna tentang mengelola tingkat energi kreatifmu. Setelah sekitar satu jam mengerjakan tugas sederhana, saya kembali ke pengerjaan project yang lebih rumit. Saya kemudian menutup hari tersebut dengan setengah jam terakhir mengeluarkan email-email menit terakhir, menyimpulkan ide-ide, dan merencanakan untuk esok hari.

Bart Jacobs

Mobile Development Editor—Antwerp, Belgium

Pagi hari adalah ketika saya paling banyak menyelesaikan pekerjaan jadi saya biasanya bangun cukup awal. Saya suka ketika dunia masih terlelap dan saya dapat fokus menulis atau mengedit. Untuk menghindari inbox mengacaukan perencanaan saya, saya cenderung membaca email hanya setelah beberapa jam berkerja.

Bart Jacobs at work

Untuk Envato, saya biasanya berkerja dari kantor rumah saya, namun bisa saja saya mengeluarkan komputer di kereta api. Kereta api sebenarnya merupakan tempat yang bagus untuk berkerja jika tidak terlalu ramai. Saya menghindari berkerja terlalu malam untuk memastikan otak saya bisa mendapatkan waktu istirahat. Di akhir hari, saya merencanakan untuk pagi berikutnya, melihat jadwal penerbitan untuk hari berikutnya, dan mengakhiri dengan melihat sekilas dalam inbox untuk menghindari kejutan di pagi berikutnya.

Adam Brown

Code Course Editor—Ottawa, Canada

Segera sebelum mulai berkerja di Envato Tuts+, saya memiliki tugas sebagai seorang tukang dan pengrajin kayu. Untuk memudahkan transisi ke kehidupan kantor, saya menghabiskan akhir pekan sebelum memulai peran baru saya di toko kayu, membuat meja dan lemari berkas saya sendiri. Saya menggunakan meja setiap hari dan itu hal terbagus yang pernah saya miliki—hanya ukuran yang tepat!

Terbaik dari pekerjaan saya adalah berkerja dengan kolega bertalenta di tim editorial Envato Tuts+ dan instruktur yang fantastik. Sampai hari ini, saya berkerja dengan 18 instruktur di seluruh 35 project kursus aktif. Alur informasinya intens! Untuk mengelola itu semua, saya memiliki sebuah spreadsheet Rube Goldbergian yang saya sebut "mission control", dengan banyak warna dan banyak pivot. Beberapa hari saya harus menulis sebuah aplikasi.

Adams workspace

Setiap hari berbeda-beda. Saya melakukan Skype, Tweet, posting, edit, komentar dan mengirimkan banyak email. Juga, secara alami, saya menonton banyak kursus video tentang coding. Dalam delapan bulan terakhir saya telah mempelajari sejumlah yang hampir memusingkan tentang web termuktahir dan pengembangan mobile. Merupakan ancaman yang nyata untuk dapat belajar dan berkembang dari sumber menakjubkan ini.

Johnny Winter

Computer Skills, 3D & Audio Editor—Brighton, UK

Esensinya, tempat kerja saya berada di dalam kamar loteng pada lantai kedua rumah kami. Ini adalah lingkungan kerja yang lebih tenang dibandingkan bagian lainnya dalam rumah. Saya berkerja dalam jam yang cukup fleksibel, dikarenakan komitmen perawatan anak, dan saya cenderung lebih menjadi burung hantu malam, lebih memilih untuk berkerja di malam hari.

Johnny Winter workspace

Mac ini 27" Core 2 Duo, model akhir 2009 yang telah memberikan layanan teladan. Itu akan diganti bulan ini, dengan merek baru model 27" Core i7. Speakernya dari AudioEngine USA dan terhubung ke Apple Airport Express.

Untuk mendapatkan efek tidak terbatas Mac di dalam Mac di dalam Mac, saya foto dengan Canon EOS 650D dan SD card di dalam Mac, diulangi beberapa kali, untuk mendapatkan efek.

Jackson Couse

Photo & Video Editor—Ottawa, Canada

Jacksons workspace

Saya minum banyak cangkir kecil teh setiap hari, dibuat dengan sebuah gaiwan dan disesap dari cangkir teh yang asalnya tidak diketahui dan desain yang biasa saja. Saya dulunya memiliki satu lagi, namun saya tidak tahu dimana itu sekarang. Yang satu ini retak. Saya memiliki kebiasaan terjebak dan lupa untuk berhenti berkerja, namun ritual kecil minum teh ini menarik saya dari meja cukup lama untuk berhenti dan berfikir dan mengatur nafas sesekali. Selalu minum yang bagus!

Jacksons tea

Andrew Blackman

Copy Editor, Berpergian Keliling Eropa

Saya berasal dari London, namun ketika saya mulai berkerja untuk Envato Tuts+ tahun lalu ketika saya tinggal di Crete, dan sekarang istri saya dan saya melakukan perjalanan jangka panjang keliling Eropa selama beberapa tahun.

Salah satu hal bagus tentang berkerja untuk Envato Tuts+ adalah fleksibilitas. Tidak ada kantor untuk dituju, dan tidak jam kerja teratur. Selama saya memiliki WiFi yang bagus, saya dapat berkerja dari mana saja. Dan selama saya menyelesaikan pekerjaan saya, saya bisa berkerja sesuka hati.

Andrew Blackman at work

Foto ini diambil dalam sebuah kafe kecil dan pegunungan Montenegro. Kami telah meninggalkan kota pantai Kotor pagi itu dan berkendara ke ibukota, Podgorica. Dalam perjalanan, kami berhenti dan saya berkerja selama beberapa jam. Kemudian kami berkendara, dan malam tersebut saya bergadang untuk berkerja lebih banyak.

Ketika saya berada dalam satu tempat untuk beberapa saat, saya umumnya menggunakan pola berkerja sekitar jam 12 siang hingga 8 malam, lima hari seminggu. Namun ketika saya berpergian, 40 jam seminggu yang sama tersebut dapat tersebar di seluruh tempat.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.