Unlimited Plugins, WordPress themes, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Code
  2. Version Control

Git, Bitbucket, dan Kamu

by
Read Time:7 minsLanguages:
This post is part of a series called Using Git and Bitbucket in Your Daily Workflow.
Using Pull Requests as Code Reviews
Sponsored Content

This sponsored post features a product relevant to our readers while meeting our editorial guidelines for being objective and educational.

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Aditia Dwiperdana (you can also view the original English article)

Popularitas Git membuktikan bahwa Git adalah tools yang bermanfaat. Jika kamu membaca artikel ini, semoga kamu tahu bahwa Git adalah alat pengelola source code yang pilihan banyak sekali developer.

Dengan minat terhadap Git meningkat dibanding sistem pengelolaan source code lain, Git menjadi salah satu pilihan paling menarik terutama jika kamu masih baru mulai menggunakan version control.

Pada tutorial ini, kita akan membicarakan kenapa kamu perlu menggunakan Git tidak peduli apakah kamu seorang developer individu atau bagian dari tim developer. Kita juga akan mengajarkan kamu untuk mulai menggunakan Bitbucket, platform hosting resposity yang gratis.

Ayo kita mulai!

Git untuk Individu

Git adalah alat yang sangat kuat dengan banyak fitur yang detail dan rumit yang membuatnya berguna bahkan untuk developer individu. Jika kamu mencari untuk mendapatkan suatu cara kontrol yang konsisten terhadap versi kode dan revisi, Git adalah solusi terbaik untuk kamu.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan denga git sebagai seorang developer individu:

  • Popularitas Git membuatnya cukup banyak dibahas online; jika kamu tidak tahu cara melakukan sesuatu, orang lain mungkin sudah pernah mendokumentasikan bagaimana cara melakukannya.
  • Git menyediakan alat deployment seperti mengirim dan mengambil kode dari satu repository ke repository lain.
  • Git melindung kamu dari menimpa repository kamu sendiri seperti yang bisa terjadi dengan cara tradisional seperti upload direktori menggunakan FTP.
  • Git menyediakan cara yang seragam untuk tetap terorganisir; setiap commit yang kamu lakukan membuat entri log, dan kamu bisa lihat setiap pesan yang pernah kamu simpan ke dalam log sebuah proyek.
  • Kamu bisa bekerja menggunakan berbagai platform seperti Bitbucket untuk mencatat perubahan, menyimpan catatan, dan membuat kode kamu bisai dilihat oleh klien atau kontributor sementara tanpa memberi mereka akses ke lingkungan pengembangan.

Git untuk Tim

Tentu saja, kekuatan utama Git diperlihatkan saat kamu berkerja dalam tim. Git menghilangkan masalah saat mengerjakan fitur paralel dengan developer lain, dan dikombinasikan dengan Bitbucket, menyediakan proses kerja yang lengkap untuk berkerja lebih cepat dan lebih efisien lagi.

Berikut adalah beberapa fitur paling bermanfaat dari git untuk tim:

  • Menghindari konflik kode paralel dan saling menimpa kode satu sama lain. Ini adalah fitur paling penting untuk source code control.
  • Membuat pengembangan fitur di bawah kendali.
  • Menggunakan branch untuk menulis kode tanpa hambatan. Hal ini membuat kamu bisa membangun sesuatu dari kode dasar dan dengan mudah membuangnya, atau mengintegrasinya kembali ke branch utama proyek.
  • Git terbukti efektif untuk proyek dengan ratusan bahkan ribuan kontributor aktif.
  • Alur kerja yang  menyatu dan cara yang standar untuk memindahkan kode dari satu tempat ke tempat lain.
  • Sejarah commit memberi informasi ke developer lain tentang status granular dari sebuah proyek atau branch.

Keuntungan menggunakan Git dalam tim lebih banyak dibanding daftar singkat ini, tapi Git bekerja paling baik saat digunakan dengan perangkat lunak seperti servis hosting repository.

Untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari menggunakan Git, mulailah menggunakan Bitbucket untuk menyimpan repository kamu.

Kenapa menggunakan Bitbucket?

Kamu mungkin berpikir "kenapa saya harus menggunakan servis hosting repository?"

Setelah kamu mencobanya, kamu akan langsung menyadari manfaatnya, tapi agar lebih jelas, berikut adalah beberapa keuntungan utama menggunakan version control dengan Bitbucket:

  • Repository pribadi sampai untuk lima user yang benar-benar gratis. Mulai 1000 proyek untuk kamu dan tim berjumlah empat orang.
  • Harga yang kompetitif untuk lebih dari lima user.
  • Dukungan untuk Mercurial (jika kamu memilihnya dibanding Git).
  • Open Rest API untuk kamu gunakan sebebas mungkin.
  • Dibangun oleh Atlassian; terintegrasi dengan HipChat, Confluence, dan peralatan lain yang digunakan oleh perusahaan seperti NASA, Facebook, Netflix, dan Cisco.
  • Tersedia aplikasi native untuk Mac dan PC.
  • Tracking issue yang terikat langsung dengan kodemu.
  • Perangkat pembanding kode secara visual.
  • Semua file bisa didownload langsung via browser.
  • Manajemen akses, tim, grup, dan banyak layar yang penuh dengan pengaturan kolaborasi.
  • Opsi pengaturan seperti branch yang dilindungi, kunci deployment otomatis, dan nama user alias.
  • Impor dan ekspor issue.
  • Dan banyak lagi fitur lain.

Bitbucker menyediakan platform untuk mengelola metadata dan kontrol akses untuk proyekmu. Bitbucket menyediakan alat bukan hanya untuk menjelajah source code saat ini, tapi juga source code di masa lalu dan rencana untuk masa depan.

Dan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jika tim kamu lima orang atau kurang, Bitbucket gratis.

Mendaftar untuk Bitbucket

Mendaftar ke Bitbucket sangat mudah. Buka halaman utama dan isi detailmu. Jika kamu ingin mendaftarkan tim, buka halaman ini dan pilih rencana dari menu dropdown.

Model harga Bitbucket cukup keren, mulai dari satu dolar per user, per bulan. Repository publik selalu gratis dan bisa memiliki kolaborator tidak terbatas.

Model harga akan sangat menarik jika jumlah proyek kamu berkembang lebih cepat dari ukuran tim, terutama jika perusahaan kamu menawarkan konsultasi pekerjaan dari proyek ke proyek. Saat tim berkembang, budget juga berkembang; tapi proyek lama mungkin tidak menghasilkan uang setiap bulan, tapi tetap perlu bisa diakses di reposiroty yang selalu diperbarui. Di sinilah keuntungan Bitbucket dengan tidak ada batas jumlah repository.

Tur Antarmuka Bitbucket

Saat kamu pertama masuk ke Bitbucket, kamu akan anjuran untuk membuat sebuah repository. Kamu bisa memulai baru, atau mengimpor dari beberapa repository yang sudah ada.

Di menu navigasi di bagian atas halaman, dropdown Dashboard, Teams, dan Repositories, menyediakan akses cepat untuk tampilan umum di fitur yang bersangkutan.

Di kanan atas kamu bisa lihat kotak pencarian, dropdown Help dan Profile.

Buat Repository Pertamamu

Kita mulai denga membuat sebuah repository. Klik tombol "Create a Repository", dan isi detail yang dibutuhkan. Untuk tutorial ini, kita juga akan atur repository menjadi pribadi.

Setelah kita buat repository kita dihadapkan pada layar yang memberitahu bahwa repository ini kosong.

Sekarang repository kita sudah siap digunakan, kita push beberapa kode ke dalamnya.

Jika kita klik "I'm starting from scratch" di bawah judul "Command Line", kita bisa lihat instruksi dasar untuk mengatur repository lokal dan siap melakukan push.

Setelah kamu push commit pertama, refresh repository, dan lihatlah! Dengan begitu saja, kode kamu sekarang bisa dilihat; tapi saat ini hanya bisa dilihat oleh kamu, jadi sekarang kita buat tim.

Membuat Tim Pertamamu

Klik tombol Create a Team di dropdown Teams di navigasi. Isi detail yang dibutuhkan dan klik create.

Selain repository individual, Bitbucket mendukung repository tim.

Lalu kita perlu mengasosiasikan tim dengan pengaturan repository agar user bisa mengakses repository tersebut. Klik Repositories pada navigasi dan pilih proyekmu.

Berikutnya, klik Settings di kiri bawah navigasi dan klik Access Management di tas menu Settings. Dari sini, pilih Group, yang merupakan sub-group di dalam grupmu. Kita pilih Developers, ubah level akses menjadi Write, dan klik tombol Add.

Sekarang tim bisa melihat repository kita.

Transfer Repository Pertama Kita ke Tim

Jika kamu ingin menransfer repository ke tim yang baru kamu buat atau ke user lain, buka Settings > Transfer Repository, di mana kamu bisa mengisi nama user atau tim yang ingin kamu transfer.

Jika kamu menransfer ke tim di mana kamu adalah administrator, Bitbucket akan langsung membuatmu menerima transfer tersebut. Setelah transfer dilakukan, halaman tim akan menampilkan repository tersebut.

Kesimpulan

Pengelolaan source code bisa menjadi pekerjaan yang menantang, tapi dengan alat yang kuat seperti Git dan Bitbucket, kamu bisa fokus menulis kode dan lebih sedikit mengelola detail proyek. Mengandalkan solusi gratis dan biaya rendah ini akan menghemat waktumu, dan mencegah masalah di masa depan.

Akhirnya, memilih alur kerja adalah pilihan pribadi tapi pastikan kamu mempertimbangkan Git dan Bitbucket. Tidak ada resiko untuk mencoba, tapi potensi positifnya sangat besar.

Belajar lebih banyak tentang Git

Belajar lebih banyak tentang Bitbucket

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.