7 days of WordPress plugins, themes & templates - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Code
  2. Creative Coding

Lampiran WordPress Lanjutan: Membuat Sebuah 'Featured Image'

Scroll to top
Read Time: 5 mins
This post is part of a series called Advanced Use of Attachments in WordPress.
Advanced Use of Attachments in WordPress - Creating Categorised Gallery Pages

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Tutorial ini adalah bagian akhir dari empat seri dimana kamu akan mempelajari beberapa teknik untuk berkerja dengan gambar dalam lampiran di WordPress yang memberikanmu pilihan lanjutan.

Dalam seri ini, saya akan mengcover:

  • menentukan kategori dan taksonomi pada lampiran,
  • membuat query file media berdasarkan taksonomi sehingga kamu dapat membuat output dalam sebuah custom loop,
  • menggunakan query taksonomi untuk gambar untuk menampilkannya pada halaman archive,
  • menambahkan sebuah gambar ke dalam kategori atau istilah taksonomi sebuah 'featured image' kategori atau istilah tersebut.

Dalam bagian 1, saya menunjukkan bagaimana membuat taksonomi baru untuk lampiran. Dalam bagian 2, saya menunjukkan bagaimana membuat sebuah file template custom untuk dokumen dan menambahkan sebuah loop yang menampilkan sebuah tautan ke file media untuk tiap dokumen, dan dalam bagian 3, saya membuat sebuah file template custom untuk taksonomi gallery-category, yang menampilkan semua gambar dengan istilah yang diberikan sebuah halaman archive bergaya gallery.

Dalam bagian terakhir ini saya akan menunjukkan sesuatu yang sedikit berbeda: Bagaimana menentukan sebuah kategori ke sebuah gambar dan kemudian mengedit template archive agar kategori menampilkan gambar tersebut sebagai 'featured image' untuk kategori itu. Kamu dapat melakukan ini untuk tags atau istilah taksonomi juga menggunakan teknik yang serupa.

Untuk tutorial ini saya akan membuat sebuah theme yang akan menjadi sebuah child theme dari twenty fourteen. Theme akan mencakup sebuah file function dan file template custom untuk arsip kategori. Kamu dapat mendownload theme ini di dalam paket code.

Apa Yang Akan Kamu Butuhkan

Untuk mengikuti tutorial ini kamu akan membutuhkan:

  • sebuah instalasi pengembangan WordPress
  • Akses FTP (atau MAMP atau sejenis jika kamu berkerja secara local)
  • editor code

1. Menerapkan Kategori Pada Lampiran

Secara default, WordPress tidak mengijinkanmu menentukan kategori dan tags ke lampiran, dimana kamu akan perlu dapat melakukannya untuk tutorial ini. Untungnya itu mudah diperbaiki, seperti yang saya tunjukkan dalam tutorial sebelumnya tentang menentukan kategori dan tags ke lampiran.

Catatan: Teknik ini berkerja untuk tag dan kategori jika kamu melakukan ini dengan taksonomimu sendiri, kamu perlu menentukan lampiran sebagai sebuah jenis post yang diterapkan taksonomi ketika kamu mendaftarkannya. Kamu dapat melakukan ini dengan mengikuti bagian pertama seri ini.

Dalam theme milikmu, buat sebuah file bernama functions.php dan tambahkan code berikut:

Ini menggunakan fungsi register_taxonomy_for_object_type() untuk menambahkan kategori ke lampiran. Sekarang ketika kamu melihat layar Media Library kamu akan melihat bahwa kategori diaktifkan.

Langkah berikutnya adalah menambahkan beberapa gambar - cukup satu untuk tiap kategori. Kamu juga perlu menambahkan kategori lainnya bernama 'Featured' dan pastikan tiap gambar yang ingin kamu gunakan dalam cara ini ada di dalam kategori itu juga.

Di bawah ini kamu dapat melihat contoh layar editing media dengan menampilkan kategori:

advanced-use-of-attachments-in-wordpress-part4-image-with-categoriesadvanced-use-of-attachments-in-wordpress-part4-image-with-categoriesadvanced-use-of-attachments-in-wordpress-part4-image-with-categories

Dan kamu juga dapat melihat semua gambar saya dengan kategori yang sesuai:

advanced-use-of-attachments-in-wordpress-part4-media-library-with-categoriesadvanced-use-of-attachments-in-wordpress-part4-media-library-with-categoriesadvanced-use-of-attachments-in-wordpress-part4-media-library-with-categories

Terakhir, saya akan menambahkan post dummy ke situs saya dan meletakkannya dalam kategori yang relevan sehingga ada sesuatu untuk ditampilkan dalam halaman archive:

advanced-use-of-attachments-in-wordpress-part4-posts-with-categoriesadvanced-use-of-attachments-in-wordpress-part4-posts-with-categoriesadvanced-use-of-attachments-in-wordpress-part4-posts-with-categories

2. Membuat Template Kategori

Langkah berikutnya adalah membuat template kategori custom. Karena theme saya adalah child theme twentyfourteen, saya akan membuat sebuah salinan file category.php dan menyalinnya ke child theme saya, dengan beberapa perubahan pada komentar pembuka:

3. Menambahkan Sebuah Query Custom ke Template Kategori

Di atas loop utama, gunakan WP_Query untuk menambahkan sebuah loop custom. Masukkan kode berikut setelah menutup tag </h1>:

Ini mengidentifikasi kategori terkini yang sedang ditampilkan, menggunakan get_queried_object().

Di bawah itu, tentukan argument untuk query custom, menggunakan WP_Query:

Ini mengidentifikasi lampiran apapun dalam kategori terkini dan juga dalam kategori 'featured'. Perhatikan bahwa kamu perlu mencantumkan 'post_status' => 'inherit' sebagai sebuah argument karena cara WordPress mengatur status post untuk lampiran

Sekarang di bawah ini, tambahkan loopnya:

Pastikan kamu tidak melewati wp_reset_postdata() pada bagian akhir atau query utama karena archive kategori tidak akan berhasil.

Setelah menambahkan semua ini, simpan template kategorimu dan lihat salah satu halaman archive kategori itu. Itu harusnya tampak seperti screenshot pada awal tutorial ini.

Rangkuman

Dalam seri ini dari empat tutorial saya telah menunjukkan beberapa teknik lanjutan untuk berkerja dengan gambar dalam WordPress. Ini mencakup:

  • Mendaftarkan sebuah taksonomi secara khusus untuk digunakan dengan lampiran
  • Membuat sebuah halaman daftar menggunakan sebuah template custom
  • Membuat sebuah halaman galeri untuk menampilkan gambar dalam kategori yang diberikan, sekali lagi menggunakan sebuah template custom
  • Membuat sebuah 'featured image' untuk tiap kategori dan menampilkannya dalam halaman archive kategori.

Seperti yang telah kamu lihat, kamu dapat melakukan lebih banyak dengan gambar dan media dalam WordPress daripada hanya melampirkannya ke post atau menggunakannya sebagai featured images. Dengan sedikit imajinasi, kamu dapat melakukan query dalam cara yang sama dengan jenis post lainnya dan tautan output ke dokumen atau gambar yang tampil.

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Code tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.